oleh

Penyidik KPK Diserang, Petinggi Negara Berang

Netizensatu.com – Kejadian tak terduga menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Selasa (11/4) Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal usai melakukan Salat Subuh di Jalan Deposito RT 03 RW 10, Kelapa Gading,Jakarta Utara.

Tak ayal penyiraman air keras pada penyidik KPK ini memantik kemarahan petinggi negeri ini. Mulai dari Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf kalla, Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Tito Karnavian, Ketua DPR RI, Setyo Novanto. Kecaman dan keprihatinan juga dilontarkan beberapa anggota legeslatif dan mantan ketua KPK.

Berikut ini komentar mereka :

Presiden Joko Widodo : “ Itu tindakan yang brutal. Saya mengutuk keras.
Saya perintahkan kepada Kapolri untuk mencari pelakunya! Juga memastikan agar peristiwa serupa tak terjadi kembali di kemudian hari. Jangan sampe orang-orang yang punya prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara yang tidak beradab. Saya kira ini tidak boleh terulang hal-hal seperti itu. Ini kriminal, nanti tugas Kapolri untuk mencari siapa, semua penyidik harus waspada,” tegas Presiden.
Kepada para penyidik KPK, Jokowi berharap semoga tetap mempertahankan semangat pemberantasan korupsi di Tanah Air.

Wakil Presiden Jusuf Kalla : “ Pasti ini kasus hukum besar yang memakai bayaran. Tentu kalau kasus hukumnya kecil, masa dia mau celakakan orang,”.
JK sangat prihatin atas kasus tersebut dan meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kejadian yang menimpa Novel baswedan.

Menkopolhukam Wiranto : “Saya kira secara etika, secara hukum, secara kemanusiaan penyiraman itu perbuatan yang sangat keji ya. Sangat tidak beradab gitu ya,”.

Kapolri, Tito karnavian : “Saya sudah perintahkan Polda Metro Jaya untuk bentuk tim khusus, dibackup dari Mabes Polri utk mencari dan mengungkap pelaku ini. Karena ini memprihatinkan,”.

Setyo Novanto, Ketua DPR RI : “Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri, kejadian ini tentu saja menambah kuat dukungan publik kepada lembaga anti rasuah tersebut. Serangan tersebut sebenarnya ditujukan kepada kita Rakyat dan Bangsa Indonesia yang saat ini tengah berperang melawan korupsi,”.

Masinton Pasaribu, PDIP : “Kepolisian cepat menangkap pelaku dan mengungkap motif pelaku teror, serta dalang yang menggerakkan pelaku teror tersebut. Kita harapkan penyidik KPK lainnya tetap maju terus melaksanakan tugas pemberantasan korupsi dan jangan gentar dengan adanya teror tersebut,” .

Sekretaris PKPI Imam : “Itu tindakan yang sangat biadab. Karena itu polisi harus mengusut tuntas dan menemukan pelakunya berikut motif penyerangannya,” .

Asrul sani, Sekjen PPP : “Balas dendam dari para tersangka, terdakwa atau terpidana kasus korupsi di KPK hanya satu kemungkinan. Adanya pihak ketiga yang sengaja ingin menciptakan kekisruhan baru di masyarakat dengan mengambil Novel sebagai poin masuknya atau bahkan bisa jadi ini upaya pengalihan atensi dan berita atas isu-isu lain yang lagi jadi trending topic,”.

Taufikurahman Ruki, Mantan Ketua KPK : “Saya prihatin. Saya marah,” .

Abraham Samad, mantan Ketua KPK : “Sering lah (teror terjadi). Kalau bagi KPK itu sudah seperti sarapan pagi sebenarnya. Kita harus mampu menghadapi, bahwa kita tidak takut. Sebenarnya sikap kita harus begitu. Itu yang harus diperlihatkan. Jadi kita harus menunjukan diri kita bahwa kita tidak takut terhadap teror,” .

Mahfud MD, mantan Ketua MK : “ Novel ini reputasinya dikenal sebagai orang yang cekatan, disiplin, tegas dan berani dalam memberantas korupsi. Saya meyakini kita bisa mengungkap ini karena polisi kita itu termasuk yang terhebat di dunia. Mungkin mencari pelaku kejahatan atas Novel ini tidak terlalu sulit, kalau polisi mengerahkan kemampuan standarnya untuk mengungkap,”.

Kejadian ini juga disesali Mahfud dan menganggap insiden ini merupakan serangan kepada pejuang antikorupsi.

( Red/*)