oleh

Inilah Gelaran Pasar Murah Yang Harganya Tidak Murah

BOJONEGORO. Netpitu.com – Tujuan Pemkab Bojonegoro menggelar pasr murah dalam.menyongsong bulan suci Ramadhan boleh dikata gagal total. Lantaran masyarakat yang membeli bahan pangan di pasar murah yang digelar Pemkab di depan rumah tinggal bupati Bojonegoro, itu kecewa berat karena harga bahan pokok yang dijual di pasar murah tersebut tidak murah seperti dibayangkan.

Pasar murah di jalan Dr. Sutomo, harga mahal bikin kecewa warga pembeli.

Tak hanya kecewa, tapi pembeli yang mengaku bernama Ibu Sukirno inipun marah karena barang yang dijual di pasar murah harganya tambah mahal dari harga toko ( Bravo ).

Seperti harga gula, kata By. Sukirno, di Bravo harganya tidak sampai Rp. 12.500,-.

“Tapi di sini ( pasar murah ) harga tambah mahal, kalo tidak keliru Rp. 12.500,- atau berapa ?,” Kata Ny. Sukirno, sambil mengingat harga gula yang baru dibelinya.

” Bulog ( pemerintah, red ) yang ngadakan ( pasar murah ) kok harganya tambah mahal,” tandas By. Sukirno, kepada netpitu.com, dengan nada kesal.

Yang murah, lanjut By. Sukirno, hanya harga pop mie dan LPG. Selain itu harganya lebih mahal dari harga di toko Bravo.

Kekecewaan yang sama juga diungkapkan oleh Diyah, warga Desa Pacul, yang mengaku hanya membeli beras kemasan 5 Kilo gram dengan harga Rp. 45 ribu. Tentu saja harga beras ini lebih mahal dibanding dengan harga beras eceran kualitas medium di Toko yang harganya berkisar Rp. 8,500 untuk per kilo gramnya.

Pasar murah yang digelar Pemkab Bojonegoro ini juga mendapatkan kritik dan sorotan banyak pihak. Lantaran diselenggarakan di lokasi yang tidak strategis. Dimana lokasinya terbilang sempit, karena digelar di badan jalan Dr. Sutomo.

Kerumunan masyarakat di pasar murah yang digelar Pemkab Bojonegoro di depan rumah bupati Bojonegoro, jalan Dr. Sutomo.

Di tengah pemerintah melakukan pencegahan dan pemberantasan virus covid 19, efektivitas dan keamanan kegiatan kerumunan di pasar murah inipun dipertanyakan. Meski di lapangan nampak terlihat Satuan gugus tugas Covid19 Kecamatan Bojonegoro, yang dipimpin langsung oleh Camat Bojonegoro, Muhklisin, namun kerumunan masyarakat yang antri ingin membeli bahan pokok di pasar murah tetap berdesak-desakan.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah pun sempatkan diri berpose foto di pasar murah yang harganya tidak murah.

(Yon)