oleh

Tersesat 7 Santri Ponpes Al Hadi, Padangan, Bojonegoro Ditemukan Terlantar di Jakarta

Netpitu.com –  Berniat mengisi liburan usai Unas  7 santri Pondok Pesantren Al Hadi, Kecamatan Padangan, berpergian ke Jakarta untuk sekedar jalan-jalan ke Monas Jakarta. Tapi lacur, ke 7 santri asal Bojonegoro ini justru malah tersesat, lontang-lantung dan terlantar di Jakarta.

Lantaran mereka tak tahu arah jalan ke Monas. Merekapun kehabisan bekal uang transport dan sempat meminta makanan kepada pedagang di terminal Pulo gadung, Jakarta, untuk mengisi kesosongan perutnya.

Berita yang dirilis dari laman situs Merdeka.com menyebutkan ketujuh santri ini, nekat ke Jakarta karena ingin liburan usai mengikuti Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan di pondok sendiri tidak ada kegiatan sama sekali. Akhirnya mereka bertujuh sepakat berlibur Ke Jakarta.

Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur akhirnya menyelamatkan 7 orang santri telantar di bekas Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Mulanya santri itu ingin jalan-jalan ke Monumen Nasional dan Bundaran Hotel Indonesia, namun karena tidak tahu jalan mereka malah tersesat.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Benny Martha mengemukakan, anak-anak santri itu dilaporkan warga ke Dinas Sosial DKI Jakarta. Kemudian mereka segera diselamatkan dan dipulangkan ke daerah asal mereka.

“Mereka mengaku dari Pondok Pesantren Al-Hadi yang berada di Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,” kata Benny saat dihubungi Minggu (11/6).

Dikatakan, santri-santri itu mengaku ingin jalan-jalan ke Monas dan Bundaran HI, dengan masing-masing dari mereka hanya membawa uang Rp 200-250 ribu rupiah. Sedangkan bus yang mereka tumpangi dari Bojonegoro ongkonya sudah Rp. 200 ribu rupiah.

Santri ini sudah tersesat selama dua hari dan dari keterangannya tidak mempunyai kerabat di Jakarta dan tidak membawa handphone. Santri itu sempat kehabisan ongkos dan meminta makanan kepada pedagang di sekitar Terminal Pulogadung.

“Menurut pengakuan mereka, orangtua mereka atau pihak pondok pesantren tidak mengetahui keberadaan mereka di Jakarta,” ujar Benny.

Ketujuh santri ini, katanya, nekat ke Jakarta karena ingin liburan usai mengikuti Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan di pondok sendiri tidak ada kegiatan sama sekali. Akhirnya mereka bertujuh sepakat berlibur Ke Jakarta.

“Sekarang sudah kami pulangkan ke daerah asalnya Bojonegoro. Kami memulangkan mereka dengan menggunakan Bus hingga sampai di sana,” kata Benny.

(Red)