oleh

Antara Pin Emas Bupati Dan Aksi Preman Ajudannya

Selamat hari ulang tahun polri ke 71 yang barusan digelar, banyak kegiatan mestinya, puncaknya adalah bagi bagi penghargaan, bidang peran serta tomas dan tokoh pemerintah yang turut aktiv membantu keamanan dan ketertiban di lingkungan wilayahnya masing masing. Salut buat keluarga besar kepolisian, dan sukses selalu menjalin kemitraan dengan masyarakat untuk meningkatkan ketertiban lingkungan bersama sama.

Disisi lain kiranya bagi penulis ada satu pertanyaan mendasar, terhadap penghargaan yang di berikan kepada bupati suyoto, hal ini lebih disebabkan beberapa hari sebelumnya, telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh ajudannya sendiri terhadap orang lain, kasusnya sendiri kalau tidak salah masih ditangani oleh pihak polsek kota bojonegoro yang dilimpahkan pada pihak polres bojonegoro.

Artinya apa, secara konsep pembangunan mental main hakim sendiri, menunjukkan bupati telah gagal memberikan tauladan pada bawahannya sendiri. Trus bagaimana proses perekrutannya ?, kejadian tersebut tidak mencerminkan bagaimana seorang abdi negara yang seharusnya mengayomi, hari ini ditampakkan sebagai wajah yang arogan dan tidak mencerminkan pribadi yang memberikan contoh baik kepada masyarakat luas untuk tidak main hakim sendiri.

Proses yang dijalani oleh sang ajudan oleh pihak kepolisian adalah wajah profesionalisme penegak hukum, bahwa dihadapan hukum warga negara sejajar hak nya. Bagaimana reaksi sang bupati terhadap ajudannya telah telah terlilit masalah etika. Sampai tulisan ini diturunkan, penulis belum mendengar aksi nyata dari pihak bupati. Bupati lebih sibuk pada urusan popularitasnya sendiri dibandingkan dengan nasib bawahannya.

Disisi lain kebijakan pemerintah membantu kepolisan dalam hal pembangunan 43 rukan babinkamtibmas pada 2016, kemudian hibah dana renovasi 3 kantor polsek, serta pembangunan gedung satreskrim dan spkt pada 2017 ini, dan yang barusan dihibahkan pemerintah kepada kepolisian adalah hibah 30 unit roda dua jenis tril, semua itu dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat, lebih pada dukungan dalam bentuk fisik.

Seyogyanya pemberian pengharaan PIN kepada bupati kriterianya perlu ditambahkan yakni apakah bupati tersebut bias menjadi duta kadarkum, dengan memberikan contoh tauladan kepada aparat bawahannya untuk menjadi sumber inspirasi kepada rakyat agar taat hukum dan tidak main hakim sendiri.

Akhirnya dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada kapolres atas niat baiknya memberikan usulan untuk penghargaan kali ini, bahwa bantuan pemerintah kepada kepolisian itu hal wajar dan biasa dilakukan, sedangkan ajudan bupati yang melakukan penganiayaan, adalah kegagalan bupati memberikan teladan bagi bawahannya untuk bersikap bijak dan selalu ingat bahwa dirinya adalah abdi Negara yang perilakunya selalu menjadi panutan masyarakat.

Al-faqir, 12 Juli 2017