oleh

Positive Charackter Camp Proses Awal Pendidikan Karakter Dalam Revolusi Mental

BOJONEGORO. Netpitu.com – Tahun baru Islam 1 Muharam, Selasa (11/9) penuh aura keriaan dan keceriaan di 120 wajah santri Madrasah Diniyah (Madin) yang tengah melakukan Positive Charackter Camp (PCC).

Sejak pukul 03.00 Wib. santri-santri kecil itu sudah dibangunkan untuk memahami fenomena alam sebelum sholat Subuh berjamaah dan teraphy hilling.

Pada pemahaman fenimena alam, santri diajak untuk mengasah kepekaan dan ketajaman terhadap gejala alam sekitar.

Teraphy hilling diberikan untuk memberikan dan mengisi aura positif serta membuang aura negatif yang menghiggapi tubuh. Termasuk membuang rasa iri, dengki, kebencian, keputusasaan dan energi buruk lain yang merugikan bagi jiwa raga.

Sedangkan pada hidro teraphy dilakukan untuk mengecek keseimbangan energi dan kesehatan jiwa raga. Bagi yang sering buruk sangka, iri hati dan dipenuhi kebencian, wajib melakukan hidroteraphy ini agar energi buruk ( negatif) yang bersemayam dalam tubuh bisa dihilangkan dan diganti dengan kesadaran baru.

Pada tubuh yang sehat dan jiwa yang sehat pula ketika dilakukan hidroteraphy sejujur badan yang ditidurkan telentang itu akan mengambang seolah benda ringan tanpa beban. Sebaliknya pada tubuh yang kurang sehat atau pikiran dan hati yang kurang baik makan ketika tubuh ditidurkan di permukaan air akan langsung tenggelam.

Senam otak menjadi salah satu kegiatan favorite mereka. Dengan ceria mereka mengikuti irama gerakan senam dengan tanpa hambatan. Padahal gerakan senam otak ini terbilang sulit dan susah dilakukan karena harus melakukan dua gerakan berbeda secara bersamaan.

Namun bagi santri Madrasah Diniyah Miftahul huda, Desa Genjor, Kec. Sugihwaras, Madin Thoriqul Huda, Desa Mlangi, Kec. Sumberejo dan Madin Miftahul Ulum, Desa Jati Tengah, Kec. Sugihwaras, merupakan kegiatan gerakan biasa yang mudah dilakukan.

Senam otak atau lebih dikenal dengan sebutan senam kecerdasan ini penting dilakukan untuk mengontrol, melatih dan merangsang saraf-saraf otak agar dapat bekerja maksimal dalam merespon keadaan secara spontan, cepat dan tepat.

Selain itu juga berfungsi untuk mengontrol akselerasi kerja otak kanan dan kiri agar para santri selalu mampu bertindak dan berpikir positive dalam segala situasi yang dihadapi dengan memanfaatkan ilmu yang diperolehnya.

Kegembiraan dan keceriaan sepertinya terumabar tak habis-habisnya di Madin Miftahul Huda. Seusai melakukan srnam otak para santri membuat kelompok-kelompok kecil untuk menjalani aktivitas outbond yang dikemas dalam permainan kreativ.

Ditemui di lapangan outbond, kepala Madrasah Diniyah Miftahul Huda, Desa Genjor, Sugihwaras, Pujiono, S.Pd, kepada netpitu.com mengatakan bahwa kegiatan positive character champ ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh lembaganya.

Hanya saja, untuk tahun ini, peserta PCC dikhususkan pada santri tingkat Ula ( setingkat SD ), dan juga bisa diikuti santri peserta dari luar lembaganya.

“Kami juga mengajak santri-santri di luar Miftahul huda untuk mendapatkan pengalaman dan manfaat selama mengikuti kegiatan PCC,” tutur Pujiono.

Positive Charackter Champ menurut Pujiono, diperlukan untuk mengasah dan mengembangkan karakter jiwa anak.

Dengan mengikuti PCC anak-anak akan lebih cerdas dalam mengelola informasi pendidikan yang diterimanya. Anak-anak menjadi lebih aktiv, ceria, dan berpikiran positive dalam menghadapi masalah.

“Inilah yang menjadi dasar pendidikan karakter dalam dunia pendidikan anak,” ujarnya lebih lanjut.

PCC juga merupakan proses awal pendidikan karakter dalam program revolusi mental sebagaimana progran yang digagas Presiden Joko Widodo, tandas Pujiono lebih lanjut.

Dipilihnya 1 Muharam sebagai tanggal pelaksanaan Postive Charackter Champ menurut Pujiono, hal tersebut hanya faktor kebetulan. Selain itu ia ingin memberikan warna lain dalam merayakan datangnya tahun baru Islam.

“Jadi bukan hanya pawai ta’aruf tok. Santri lebih mendapatkan manfaat pada kegiatan PCC, baik fisik maupun mentalnya,” tandasnya.

(ro)