oleh

Di Prosesi Manganan Mbah Pring, Izin Pasar Ngampel Pun Didoakan Segera Ditanda Tangani

BOJONEGORO. Netpitu.com – Ratusan warga Desa Ngampel, Kec. Kapas, Kab. Bojonegoro, menggelar upacara ” Manganan ” atau Sedekah Bumi ” di makam ” Mbah Pring “, Jum’at Wage, (11/10/2019), Desa Ngampel.

Ratusan warga yang hadir nampak membawa sajian tumpeng lengkap dengan lauk pauknya.

Menurut warga Desa Ngampel, Rum Blonjo, sudah menjafi kebiasaan warga masyarakat Desa Ngampel setiap tahunnya melakukan upacaea sedekah bumi atau yang kazimnya disebut Manganan di Desa setempat.

Baca Juga :  SKln Dan IOF Pengcab Bojonegoro Berbagi 530 Paket Ramadhan

” Tempatnya ya di punden makam Mbah Pring ini,” ujar Rum, menjelaskan.

Lebih lanjut dikatakan, meski sekaeang iji jamannya sudah modern dan orang memandang aneh makan di punden makam, namun ini kearifan lokal yang tidak boleh tergerus oleh kemajuan jaman.

Karena di majam ini semua warga datang berkumpul untuk menyatakan puji syukurnya kepada Tuhan yang maha pemurah dan kuasa. Selain itu, kerukunan dan gotong royong warga juga tercipta dengan sendirinya.

Baca Juga :  Sedulur Silat Bojonegoro Bareng Bagikan Takjil Pada Pengguna Jalan

Sementara itu, menurut isteri Kades Ngampel, Ny. Pudjianto, peringatan upacara sedekah bumi yang diadakan setiap setahun sekali, dimaksudkan untuk menyarakan syukur pada Allah dan memohon pada Allah agar warga masyarakat Desa Ngampel dijauhkan dari bencana.

“Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada warga Desa Ngampel,” ucap Ny. Pudjianto, dalam do’anya.

Seusai menggelar upacara manganan di punden makam mbah Pring, warga terus mendatangi kantor balai Desa Ngampel untuk melaksanakan tahlil bersama.

Baca Juga :  KAI Sediakan Layanan Test Covid GeNose di Stasiun Bojonegoro

Ditemui terpisah, Kades Desa Ngampel, Pudjianto, berharap dengan telah digelarnya prosesi manganan dan doa bersama oleh warga Desa Ngampel ini, Allah akan memberikan jalan kemudahan bagi warga masyarakat Desa Ngampel dalam segala urusan.

” Termasuk urusan perizinan pasar Desa Ngampel yang hingga sekarang ini belum ditanda-tangani oleh bupati Bojonegoro,” kata Pudjianto.

(yon)