oleh

Cemburu Laki-laki Ini Habisi Nyawa Mantan Isteri Lalu Coba Bunuh Diri

-BERITA-214 views

Repoter : Ciprut Laela

BOJONEGORO. Netpitu.com – Dibakar rasa cemburu, pria bernama Prima Ariatoni (38) warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro ini menghabisi nyawa mantan istrinya di tempat kerjanya yang berada di sekitar Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, dengan pisau dapur.

Setelah berhasil membunuh mantan isterinya, pelaku lantas mencoba bunuh diri dengan cara menusukkan pisau yang dibawanya ke bagian perut pelaku.

Kini pelaku pembunuhan yang langsung ditetapkan sebagai tersangka itu telah dievakuasi dan dalam dirawat di PKU Muhammadiyah, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Karena mengalami luka.

Baca Juga :  Jamaah Haji Bojonegoro Berangkat 4 dan 5 Juni

Edi salah satu warga sekitar menjelaskan, perbuatan nekat pelaku dipicu rasa cemburu terhadap mabtan isterinya mantan yang mau nikah lagi. Rencananya mabtan isteri pelaku akan nikah pada malem songo (jawa). Mendengar kabar tersebut mantan suami gak terima dan mencari abtan isterinya di tempat kerjanya untuk dibunuh dengan menggunakan pisau dapur

Baca Juga :  Kasus Korupsi BOP Kemenag Mencuat Dari Surat Bupati Bojonegoro

Sebelumnya, pasca ditusuk di bagian perutnya, korban yang bernama Sofi masih sempat melarikan diri ke tempat kerabatnya.

Kemudian pelaku pun mengejarnya dan sempat kembali menusukkan pisaunya ke perut mantan isterinya. Setelah berhasil melukai mantan isterinya, pelaku mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri,” ungkap Edi, pada Selasa (12/04/2022).

Lebih lanjut diungkapkan Edi, kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB. Dan korban bernama Shofia Heni Aprilliana (36) warga Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Untuk kondisi korban ( Sofi ), saat ini tidak dapat tertolong atau meninggal dunia akibat tusukan pisau yang dihujamkan beberapa kali di perutnya.

Baca Juga :  Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan Uang PIP

Dikonfirmasi terpisah, Agus Haryana selaku Camat Gayam mengatakan, membenarkan peristiwa itu. Hal itu menurut Agus Haryana dilatar belakangi rasa cemburu.

(put)