oleh

Merasa Dikriminalisasi Rodliyah Berteriak Pertanyakan Keadilan (Bag.2)

Sesampainya di Polsek Kanor Rodiyyah malah diminta melakukan mediasi dengan  Zainuddin atas kasus KDRT yang tengah dilaporkannya, bukannya menandatangani BAP seperti yang diutarakan pihak Polsek dalam pembicaraan via telephon sebelumnya.

Rodiyah oleh petugas Polsek Kanor juga disuruh membuat laporan ulang, karena laporan yang pertama dinilai terlalu bertele-tele.Oleh Rodiyah  laporan KDRT tersebut diserahkan kembali ke Polsek Kanor pada 4 Januari 2017.

Pada 6 Februari 2017, Polsek Kanor melakukan pemanggilan kepada Rodiyah melalui telephon atas laporan KDRT tersebut. Gelar adegan reka ulang kejadian perkarapun dilakukan untuk memperjelas konstruksi kasus.

Kepada Polsek Kanor, Rodlyyah menjelaskan bila pada saat itu ia ditampar dan dicekik oleh suaminya hingga lehernya terluka. Untuk membela diri dia mengangkat kaki dan mengenai suaminya yang berusaha mendekatinya dengan kalap.

Disinilah benih persoalan itu muncul, karena Zainuddin juga melakukan pelaporan kasus yang sama pada Polsek Kanor, yakni dugaan KDRT yang dialaminya dengan terlapor Rodiyyah sebagai pelaku.

Dimana posisi Rodiyah sebagai pelapor saat itu juga diperiksa sebagai terlapor pada kasus KDRT yang sama.

Hal tersebut baru disadari Rodiyah ketika seusai melakukan reka ulang, pihak penyidik Reskrim Polsek Kanor memeriksa Rodliyyah dan membuat BAP untuk menetapkan Rodlyyah sebagai tersangka.

Baik Rodlyyah maupun pendamping hukumnya dalam pemeriksaan tersebut tidak menyadari bila Pihak Polsek Kanor telah membuat BAP yang menjadikannya tersangka.

Menurut Rodlyyah pada saat itu dia diberikan beberapa pertanyaan oleh penyidik Reskrim Polsek Kanor untuk kepentingan penyidikan atas tindak pidana KDRT yang dilakukan Zainudin.

Yang menjadikan Rodlyyah bertambah bingung ketika diketahui dalam BAP tersebut, tidak dicantumkan terjadinya peristiwa saat Rodlyyah mengalami tindak kekerasan ditampar dan dicekik sehingga lehernya terluka.

Inilah photo penampakan yang diduga bekas cekikan Zainuddin terhadap bagian leher Rodliyyah saat KDRT lalu.

Akan tetapi, isi dari BAP adalah bahwa ketika Zainuddin ingin mengambil anaknya yang bersama Rodiyah, Rodiyyah menendang suaminya dengan kaki kiri,dan berteriak minta tolong karena kesakitan.

Keterangan tersebut jelas berbeda sekali dengan keterangan yang diberikan Rodlyyah pada penyidik. Tetapi karena percaya dengan Pihak Polsek Kanor, Rodlyyah maupun Pengacaranya tidak bertanya lebih lanjut.

Rilis dibuat oleh: Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan

Editor : Edy Kuntjoro

 

Komentar

3 komentar

  1. Jika proses hukum digelarv secara transparan, jujur dan berkeadilan tentunya tidak ada masyarakat yang merasa tersakiti. Hindarkanlah peradilan sesat……sudah waktunya berbenah Untuk Indonesia.

  2. Jika proses hukum digelarv secara transparan, jujur dan berkeadilan tentunya tidak ada masyarakat yang merasa tersakiti. Hindarkanlah peradilan sesat……sudah waktunya berbenah Untuk Indonesia.

Komentar ditutup.