Bupati Bojonegoro Bertekad Laksanakan Revolusi Mental Jokowi

- Team

Senin, 12 November 2018 - 15:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Muawanah, dan Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. Budi Irawanto, M.Pd, bertekad akan melaksanakan Revolusi Mental, yang digagas Presiden RI, Joko Widodo.

“Saya dan pak Wawan ( Wakil Bupati ), sungguh-sungguh akan melaksanakan revolusi mental yang kami terjemahkan dalam 17 program,” ujar Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, dalam Rapat Koordinasi bersama Forpimda, Ormas NU, Muhammadiyah dan 28 Camat, di pendopo Kecamatan Trucuk, Senin, (12/11).

Karenanya ia meminta dukungan dari semua Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), maupun dukungan moral dari lembafa vertikal, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan.

Karena kita sudah sepakat bahwa kontrol pemerintahan dengan sistem triaspolitica. Triangel triaspolitica adalah sesuatu yang tidak bisa kita putus begitu saja, maka harus ada satu kesatuan tanpa mencampuradukan atau melanggar batas kewenangan tugas. Tapi lebih pada rezim koordinasi yang lebih baik.

Bupati Bojonegoro berharap Bojonegoro bisa menjadi leader terdepan program revolusi mental di Jawa timur.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, Bojonegoro, pada semester tiga ini akan mendapatkan tambahan Dana Bagi Hasil Migas Rp. 900 milyar. Sehingga APBD Bojonegoro ke depan bisa mencapai Rp 4,9 milyar.

Selain itu, jika sebelumnya Bojonegoro punya hutang lebih salur DBH Migas Rp 500 milyar, sekarang ini setelah dilakukan perhitungan ulang maka utang yang membebani APBD Bojonegoro itu sudah tidak ada lagi.

Baca Juga :  Super Blue Blood Moon, Kemenag Serukan Sholat Gerhana

Kepada para Camat, Bupati Anna, menekankan supaya bekerja on time dalam melayani masyarakat.

“Jangan banyak “marung” atau “ngopi”. Semua Camat harus maksimal di kantor Kecamatan hingga jam 4 Sore,” tandas Anna Muawanah. “Wong saya saja bekerja hingga 24 jam Nonstop,” tambah Bupati.

Pemilihan tempat Rakor di Kecamatan dan bukannya di Pendopo metupakan keinginan Bupayi sendiri. Hal dimaksudkan agar bisa lebih dekat dengan rakyat dan bisa menyerap aspirasi secara langsung.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Biayai Pilkades Serentak 2019

“Selain itu, juga agar supaya saya bisa tahu kondisi di lapangan tentang berbagai infrastruktur yang ada,” lanjut Anna.

Sementara itu Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Drs. Kusbiyanto, mengatakan Bojonegoro tahun ini diberikan keberkahan oleh Allah, dimana untuk pertama kalinya Bojonegoro diberi pemimpin ( Bupati) wanita, yakni Bupati DR. Hj. Anna Muawanah.

Dalam Rakor bersama Forpimda, Ormas dan 28 Camat di Bojonegoro ini, Kepala Bakesbangpol itu berharap mampu mensinergikan antara Pemkab, Forpimda dan Ormas di Bojonegoro, sehingga mampu menjaga situasi kondusif pada perhelatan politik pada Pemilu 2019 mendatang.

(dan)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa