oleh

Wabup Budi Irawanto Nonton Bareng Film Sekar Ayu di HUT PGRI

BOJONEGORO. Netpitu.com – Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto menghadiri sekaligus memberikan sambutan kepada seluruh anggota PGRI Kabupaten Bojonegoro yang hadir pada puncak peringatan HUT PGRI yang dirangkai dengan Hari Guru Nasional, Kamis (12/12/2019) di Gedung Islamic Center Bojonegoro.

Hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, PB PGRI Joko Adi W, Ketua PGRI Provinsi Jatim Ichwan Sumadi, Ketua PGRI Bojonegoro Ali Fatikin, Plt. Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Muh. Khuzaini, serta Guru Se Kabupaten Bojonegoro.

Ketua PGRI Bojonegoro melaporkan bahwa anggotanya tetap setia menganut, menjalankan dan berpedoman pada kode etik serta ikrar sumpah janji Guru Indonesia.

“Dalam puncak peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini dihadiri kurang lebih 570 kader PGRI yang datang dari seluruh penjuru Bojonegoro, yang diwarnai dengan acara Bazaar buku karya Guru dan siswa Bojonegoro, media pembelajaran inovatif”, terang Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro.

Dikatakan pula oleh Ketua PGRI Bojonegoro, pada peringatan HUT PGRI juga dilakukan pemutaran film pendek Sekar Ayu, dan Launching Komunitas Film Maker PGRI, sekilas Program Bojonegoro Sadar Bakat PGRI, dan penyerahan hadiah lomba cipta puisi dan geguritan, serta apresiasi siswa pemanjat tiang bendera saat upacara HUT PGRI Ke 74.

Sementara itu Wakil Bupati Bojonegoro memberikan apresiasinya dengan mengucapan rasa terima kasih atas semua sumbangsih guru dalam sebuah sinergi membangun sumber daya manusia yang unggul yang sesuai dengan thema peringatan HUT PGRI Ke 74 Dan Hari Guru Nasioanal hari ini yaitu Peran Strategis Guru Dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama, harapan kita semua apa yang didapat dari hasil acara ini untuk disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, anak didik di sekolah, khususnya bagi tingkat SMA kelas XII yang akan melangkah ke jenjang perguruan tinggi”, jelas Budi Irawanto.

Menurutnya, berikan informasi yang jelas dan akurat terkait status perguruan tinggi tersebut, apakah sudah terakreditasi apa belum, karena kalau belum pastinya juga akan merugikan semua pihak generasi penerus bangsa ini.

“Sudah memakan waktu, biaya, pikiran, tenaga, dan ternyata status perguruan tinggi belum terakreditasi sehingga ga bisa mengikuti rekruitment CPNS karena gagal di administrasi” ungkap Wakil Bupati Bojonegoro.

Wakil Bupati Bojonegoro menambahkan, yang terkahir tetap lakukan langkah-langkah preventif dalam membimbing anak didik, tetap berkomunikasi dan koordinasi dengan Pemkab, Forkopimda, dalam upaya pencegahan hal hal yang tidak diinginkan di Kabupaten kita tercinta ini.

(pur)