oleh

Gelar Silaturahmi, Danrem 082 Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Netiensatu.com – Korem 082/CPYJ Mojokerto, menggelar forum silaturahmi dengan tokoh masyarakat se- wilayah Korem 082/ CPYJ, Kediri, Jombang, Mojokerto, Bojoneoro, Lamongan, Tuban, di Hotel De Resort, Mojokerto, Kamis, 13/4/2017.

Hadir dalam acara ini Kasrem 082, para Kasi Korem, para Dandim jajaran, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda se- wilayah Korem 082/CPYJ.

Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo S.Ip., mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengedepankan kesatuan dan persatuan dalam menghadapi setiap persoalan. Dan menghindari konflik yagng ujung-ujungnya hanya kan memecah belah persatuan dan kerukunan.

Dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, NKRI adalah harga mati yang tidak bisa lagi ditawar dengan berbagai bentuk teori politik apapun. Terlebih dalam menghadapi rongrongan kaum radikalis yang bergerak dengan kedok agama, masyarakat harus waspada terhadap setiap bujuk rayu dan ajaran yang menyesatkan dan bertujuan memecah belah bangsa Indonesia.

KH. Isrofil Amar, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Kabupaten Jombang, memberikan apresiasi kepada Danrem yang mengadakan kegiatan ini.

“Sebagai Komponen Masyarakat bisa bertemu, bertukar pendapat dan pikiran tentang apa yang saat ini terjadi di negara kita. Sehingga kita mampu berpikir apa yang akan kita perbuat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo S.Ip., berceritera tentang Proxy War sampai dengan ketahanan pangan yang diwujudkan dengan membangun Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) milik Korem 082/CPYJ yang berada di Desa Denanyar Kabupaten Jombang.

“ Ini satu-satunya SP3T yang pertama di Indonesia,” ujar Gathut Setyo Utomo S.Ip.

Sementara itu, banyak usulan dari berbagai komponen masyarakat yang hadir ingin dilibatkan pada setiap kegiatan yang mengarah pada bela negara guna mempertahankan NKRI.

Seorang petani dari Tuban, Hadi, pada kesempatan itu juga mengeluhkan kurangnya materi pendidikan nasionalisme dalam keluarga maupun sekolah.

“ Para petanipun perlu diberi ruang untuk mengabdikan diri kepada negra ini, mereka juga harus memahami betul tentang apa dan makna lagu Indonesia Raya bagi rakyat Indonesia,” ujar Hadi.

( Red/Dan )