Waktum PAN Bima Arya Pilih Dukung Jokowi Karena Tak Ingin Khianati Reformasi

- Team

Sabtu, 13 April 2019 - 01:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya  menyatakan dukungannya pada pasangan calon  presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam kegiatan bernama 'SpeekUp SatukanSuara' di Puri Begawan Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (12/4/2019).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya menyatakan dukungannya pada pasangan calon  presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam kegiatan bernama 'SpeekUp SatukanSuara' di Puri Begawan Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (12/4/2019).

BOGOR. Netpitu.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya mengaku siap dipecat setelah menyatakan dukungannya pada pasangan calon  presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam kegiatan bernama ‘SpeekUp SatukanSuara’ di Puri Begawan Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (12/4).

“Insya Allah saya siap atas segala resikonya. Prinsip saya ‘right on is my party when it’s right keep it right when it’s wrong make it right’,” ucapnya kepada awak media selesai acara.

Meski begitu, ia mengaku tidak bermaksud untuk keluar dari PAN. Karena, Bima menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikanya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.

“Saya ikut mendirikan Partai ini, tidak ada sedikitpun ingin keluar drai Partai. Ini adalah iktiar saya untuk sejalan dengan platform partai,” kata Bima.

Menurutnya, sejak awal ia sudah tidak setuju dengan langkah PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Terlebih, pasangan itu berasal dari partai yang sama.

“Ketika waktu itu pan berkumpul mendukung Prabowo Sandi saya sudah sampaikan masa (dari) Gerindra (dan) Gerindra. Saya enggak habis pikir kenapa harus seperti itu,” bebernya.

Baca Juga :  Survei Indodata Jokowi Maruf 54,8 Persen VS Prabowo Sandiaga Uno 32,5 Persen

Bima sengaja baru mendeklarasikan dukungannya pasca purna jabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 dengan alasan menghormati Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

Bima yang Jumat malam itu mengenakan baju berwarna merah bertuliskan 01 di tengah-tengah para pendukung Jokowi-Ma’ruf, ia mengatakan akan memilih pemimpin yang lahir dari rahim reformasi.

“Hidup itu pilihan, saya Bima Arya memutuskan untuk memilih Jokowi. Memilih harus dengan hati. Hati saya untuk jokowi,” tuturnya.

Menurutnya, kini kondisi perekonomian Indonesia on the track di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Ia juga mengaku bangga karena Indonesia bisa mengimbangi kemajuan teknologi internasional.

Baca Juga :  Real Count KPU, Prosentase Kemenangan Jokowi Maruf Amin Menanjak Naik

Tokoh politik koalisi Jokowi-Ma’ruf seperti Budiman Sujatmiko dari PDIP, dan Wanda Hamidah dari Partai Nasdem turut hadir. Kemudian hadir pula salah satu ulama kondang Yusuf Mansur.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, mantan politisi PAN yang sekarang menjadi kader Partai Nasdem, Wanda Hamidah. Wanda mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bima Arya.

“Saya menjadi kader PAN selama 16 tahun, tapi kemudian dikeluarkan gara-gara dukung Jokowi. Bagi saya negara lebih penting,” kata Wanda.

(*/ams)

Berita Terkait

KPU Resmi Tetapkan Joko Widodo – Maruf Amin Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Ketua MUI Bojonengoro Kecam Perusuh Demo 22 Mei
Menang 16.957.123 Suara, Jokowi Maruf Amin Deklarasi Kemenangan di Kampung Deret
KPU Selesaikan Rekap Suara Nasional, Jokowi Maruf 85.036.828 Suara dan Prabowo Sandiaga 68.442.493 Suara
Ketua PAN Zulkifly Hasan Ucapkan Selamat Kepada Jokowi Maruf Amin
KPU Rekap 138.405.558 Suara 30 Provinsi. Jokowi Maruf Unggul 14.055.302 Suara
Jokowi Maruf Amin Unggul di Kaltim
Jokowi Maruf Unggul di Kalimantan Barat

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru