355 Koper Yang Tertahan di Madinah Jumat Malam Akan Tiba di Bojonegoro

- Team

Kamis, 13 September 2018 - 08:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – sebanyak 355 koper jamaah haji Bojonegoro yang tertahan di bandara Madinah, sudah berada di bandara Cengkareng, Indonesia, dan akan dikirim langsung ke Bojonegoro melalui perjalanan transportasi darat.

Koper-koper tersebut menurut Kasi Haji dan Umroh Kemenag Bojonegoro, Drs. Asyik Syamsul Huda, diperkirakan Jumat malam (14/9), sudah sampai di Bojonegoro.

“Koper tersebut sudah dikirim ke Bojonegoro melalui transportasi darat. Diperkirakan Jumat malam sudah tiba di Bojonegoro,” jelas Asyik Syamsul Huda, kepada netpitu.com via selulernya, Kamis (13/9).

Koper barang bawaan jemaah haji tersebut dikirim langsung dari bandara Cengkareng menuju Bojonegoro. Hanya saja, pengangkutannya masih bercampur dengan koper jemaah haji dari daerah lain.

Sementara itu menurut petugas haji yang berasal dari kantor Kemenag Bojonegoro, Muhlisin, yang juga Kasubag TU Kemenag Bojonegoro, tidak terangkutnya bagasi sub 39 dan 40 karena faktor alam yakni suhu panas yang sangat tinggi di Medinah menyebabkan penerbangan harus mematuhi aturan internasional dengan menurunkan beban berat agar pesawat dapat take off dengan baik.

Baca Juga :  Koni Tuban Gelar Kejurda Jatim Dan Open Paralayang

Dikatakan Muhlisin, informasi terbaru dari PPIH Madinah bagian Yanpul, Syarif, koper jamaah haji yang tertinggal tersebut sudah diangkut kembali dengan schedule flight Medinah – Jakarta tadi malam dan sedang diurus oleh Saudi Arabian Airlines Jakarta ke Surabaya.

Sebelumnya diberitakan 355 koper jamaah haji kloter 39 dan 40 asal Bojonegoro terpaksa diturunkan dari pesawat lantaran karena kondisi cuaca yan sangat terik di bandara Madinah sehingga harus mengurangi loading koper jamaah haji mengingat keselamatan penumpang diutamakan.

Baca Juga :  Warga Desa Glagawangi Kembali Unjuk Rasa Tolak Hasil Ujian Perangkat Desa

“Tertahanya koper jamaah haji di Madinah tersebut bukan dikarenakan over lood (kebanyakan beban koper) akan tetapi dikarenakan faktor cuaca sehingga beban pesawat terbang dikurangi demi kelancaran dalam dunia penerbangan”, terang Kasi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Bojonegoro.

(pur/rd)

Berita Terkait

Pengurus MWC NU Kepohbaru dan Pengurus Ranting Se- Kec. Kepohbaru Dilantik
Polres Tuban Bakal Panggil Anna Mu’awanah Terkait Dugaan Laporan Palsu Ke Polisi
Bupati Tuban Izinkan Karantina Wilayah Desa Episentrum Covid19
Kapolres Tuban Sosialisasikan Physical Distancing di Perumahan Padat Penduduk
Bupati Huda Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Ketika Bupati Anna Muawanah Menikmati Lomba Kicau Burung
Udek, Uniknya Tradisi Warga Desa Turigede Lakukan Sedekah Bumi
Komisi VII DPR RI : Sumur Minyak Tradisional Potensi Tambah Lifting Minyak