oleh

Dugaan Korupsi Inspektorat, Kok Belum Ada Tersangka

BOJONEGORO. Netpitu.com – Penyidik Kejaksaan negeti Bojonegoto masih melakukan penajaman pada kasus dugaan korupsi biaya audit internal di Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, tahun anggaran 2014, 2015, 2016, dan 2017.

Hingga sekarang belum ada satupun tersangka pejabat Inspetorat Kab. Bojonegoro yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro, Fauzan, kepada netpitu.com di ruang kerjanya, mengatakan penyidik Kejaksaan memang masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Hingga sekarang, menurut Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro, memang belum ada satupun tersangka pejabat Inspetorat Kab. Bojonegoro yang ditetapkan sebagai tersangka.

Selain melakukan penajaman pemeriksaan saksi penyidik juga telah meminta pendapat saksi ahli hukum administrasi negara dari Universitas Atmajaya, Jogyakarta. Apakah perbuatan calon tersangka ini dibenarkan atau tidak oleh peraturan perundang-undangan negara.

” Lha ini kan yang mengetahui saksi ahli. Kalau memang saksi ahli menyatakan perbuatan calon ( tersangka ) itu dianggap salah baru penyidik bisa mengambil tindakan selanjutnya,” jelas Fauzan, di ruang kerjanya, Senin, (14/1).

Dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, lanjut Fauzan, juga meminta pada penyidik tentang adanya pemeriksaan tambahan terhadap 8 saksi.

Karena adanya permintaan tersebut penyidik kembali memanggil saksi-saksi dari internal Inspektorat..

” Kemarin kita sudah memeriksa 4 saksi, dan besuk ada 4 ( saksi ) lainnya,” terang Fauzan.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan negeri Bojonegoro tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi biaya audit internal di Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, tahun anggaran 2014, 2015, 2016, dan 2017.

Bahkan untuk melengkapi berkas dan bukti penyidik juga telah melakukan penggeledahan di kantor Inspektorat Bojonegoro.

Namun sayang, meski telah berbulan-bulan kasus ini dilakukan penyidikan tapi belum ada satupun pejabat inspektorat yang ditetapkan sebagai tersangka.

(dan)