Wisata Air Panas Pratakan, Pernah Digunakan Berwudhu Syech Subakir

- Tim

Senin, 14 Januari 2019 - 14:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat wisata pemandian air pana Prataan yang dulunya pernah digunakan Syech Subakir mengambil air wudhku

Tempat wisata pemandian air pana Prataan yang dulunya pernah digunakan Syech Subakir mengambil air wudhku

TUBAN. Netpitu.com – Bumi Wali Tuban memang menyimpan banyak wisata air panas belerang. Tercatat, selain Nganget (masuk wilayah Perhutani KPH Jatirogo), ada pula di Pratakan (wilayah Perhutani KPH Parengan).

Ke dua wisata air panas itu, memiliki keunikan masing-masing. Di Pratakan, kono dihikayatkan pernah disinggahi oleh Syech Subakir. Beliau seorang ulama penyebar agama Islam di abad 14, bersama-sama Wali Songo.

Dalam pengembaraannya di Tanah Jawa, kala itu, Syech Subakir menyempatkan diri mengambil air wudhu di sumber air panas Pratakan. Sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya ke Jepara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sesepuh di Pratakan pernah menceritakan itu,” tutur Pak Jo (56) yang dtemui di salah satu kolam air panas Pratakan.

Terdapat dua kolam besar di wisatan hutan Pratakan itu. Sebuah kolam penuh air panas belerang, dan, sebuah lainnya air biasa guna berenang para pengunjung.

Baca Juga :  Bupati Tuban Panen Ikan Kerapu Keramba

Di kolam air panasnya, pengunjung bisa berendam kakinya hingga paha. Atawa jika tahan dengan panasnya air belerang, bisa berendam seluruh badan. Guna melancarkan ailran darah dalam tubuh sekaligus pengobatan untuk pelbagai penyakit kulit.

Namun, pengunjung musti hati-hati jika berjalan ditepian kolam berendam. Lantaran amat licin sekali, lantaran jarang digosok/dibersihkan. Demikian pula dasar kolamnya, bahkan tak jarang ditemukan banyak lumut-lumut mengambang di air berendam.

Memang sangat disayang, jika pengelola wisata Pratakan tidak merawat dan melakukan kontrol kebersihan. Mengingat saban hari lebih dari 70 pengunjung selalu datang berwisata sembari membugarkan diri.

Jalanan menuju Pratakan, jika masuk dari Pasar Parengan, pun tak ada papan nama penunjuk. Padahal, itu sangat diperlukan, sebab perjalanan masih sepanjang 17 Km barulah mencapai wisata air panasnya.

Tiap pengunjung dikenakan be masuk Rp 12.500/orang di portal penjagaan masuk. Plus tarip parkir untuk sepeda motor dan mobil yang harganya beda. Sayang, jalan menanjak ke lokasi wisata hanya semen biasa, yang licin jika hujan tiba.

Baca Juga :  Pancasila Di Tengah Rongrongan Radikalisme dan Terorisme ( 1 )

Selain kolam berendam untuk keluarga tersebut, tersedia juga kolam-kolam berendam personal. Berupa bilik kamar-kamar kecil, yang dipisah untuk pria berbeda dengan wanita.

Di dalam bilik itu, pengunjung bisa mengatur sendiri temperatur panas air belerang dan air panasnya. Ada dua kran untuk menyalur mengatur air berendam yang hendak digunakan.

Rata-rata pengunjung hanya diijinkan berendam selama 15 menit. Dengan peringatan tulisan di dinding, jika merasa mual/pusing hendaknya, segera menghentikan kegiatan berendamnya.

Jika usai berendam, pengunjung dapat menuju ke kolam penuh ikan. Yang bakal mencucuki kaki, tangan, tubuh, yang direndam. Memang sedikit sakit, layaknya cubitan-cubitan kecil dari ikan-ikan itu. Tapi, percayalah therapi ikan, sanggup memulihkan kulit-kulit kering/mati, menjadi kulit baru.

Baca Juga :  Tuban Tambah 2 Medali Dari Cabang Angkat Besi

Penjaga kolam gigit ikan itu, biasanya menarik bea Rp 5000 tiap orang yang berendam. Pasti, tidak diberi karcis tanda terima. Muga-muga saja ini bukan pungli di dalam wisata air panas Pratakan.

Ada beberapa warung kecil penjual makanan, aneka minuman hangat serta dingin, dan beragam jajanan cukup sebagai penangsal perut yang kosong. Namun, sebaiknya memang membawa bekal nasi dan lauk dari rumah sendiri.

Tersedia juga fly fox guna rekreasi, Talinya ditambatkan di batang pohon yang tinggi, dan ujungnya pada pohon yang rendah. Pengunjung bisa merasakan terbang jika meluncur dengan lebih dulu diikatkan tali-tali pengaman.

Wisata air panas belerang Pratakan, sungguh sangat menjanjikan jika dikelola lebih tertib dan lebih dikembangkan. Jalanan masuk yang penuh hutan jati rimbun, kelokan jalan yang tajam, tanjakan dan turunan melewati sawah-sawah hijau. Sungguh menakjubkan sekali.

(tam)

Berita Terkait

Copras – Capres 2024
Tampil Unik Peserta Lomba Nyanyi Lagu Kenangan Ini Dapat Hadiah Dadakan
Pers Pencasila dan Jurnalisme Patriotik
PKL Berbasis Proyek Solusi Alternatif Di Masa Pandemi Untuk SMK
Opini : Kebijakan Satu Pintu di Kantor Disdik Bojonegoro. Apa Maksudnya ?
Penonton Lomba Oklik Berjubel, Salah Siapa ?
Pilkada Tuban “Pertarungan 2 Raja”
Merebut Kembali Minyak Jonegoro