Lokasi Pasar Kota Tidak Bisa Dijadikan Taman Kota, Kadis Perdagangan Dianggap Lenca-lence

- Team

Jumat, 14 Januari 2022 - 20:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Setelah tidak mendapat jawaban atas tuntutannya “menolak pindah” ke pasar Banjarejo ll yang baru selesai dibangun Pemkab Bojonegoro, 10 perwakilan pedagang pasar kota Bojonegoro mendatangi kantor DPRD Bojonegoro.

Sesampai di kantor DPRD, Wakil ketua dewan perwakilan rakyat Bojonegoro, Sukur Priyanto, Ketua Komisi B, Sally A., Wakil ketua Komisi B, Sigit Kushariyanto dan Sekretaris Komisi B, Lasuri, sudah nampak siap menyambut kedatangan perwakilan pedagang pasar kota tersebut.

Pertemuan dengan perwakilan rakyat ini, diwarnai tetesan air mata Khoiron, salah satu perwakilan pedagang pasar kota Bojonegoro. Khoiron menyatakan kesedihannya, ketika mengingat perintah bupati yang meminta mereka ( pedagang pasar, red ) segera pindah ke pasar wisata yang baru dibangun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini menyangkut petsoalan kelangsungan hidup ribuan nyawa keluarga pedagang pasar kota,” kata Khoiron sembari terisak memendam tangisnya.

“Karena itu kami menolak dipindahkan ke pasar yang baru,” lanjut Khoiron.

Selain Khoiron, perwakilan pedagang pasar, H. Wasito, yang juga bertindak sebagai ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Kota Bojonegoro, mengatakan tidak adanya landasan hukum atas perintah pemindahan pedagang pasar kota ke lokasi pasar baru.

Perintah pemindahan pedagang pasar kota merupakan ultimatum yang mau tidak mau harus dilaksanakan oleh pedagang, karena jika tidak akan ada penutupan paksa pasar oleh Pemkab Bojonegoro. Untuk itu Wasito meminta kepada pihak perwakilan rakyat daerah Bojonegoro untuk membantu persoalan yang tengah mereka hadapi.

Baca Juga :  Diduga Alami Ganguan Kejiwaan, Ibu Hamil 8 Bulan Bunuh Diri

“Satu-satunya harapan kami hanyalah kepada DPRD agar menyelesaikan persoalan kami, pedagang pasar kota,” ujar Wasito.

Menanggapi pernyataan perwakilan pedagang pasar kota itu, Sukur Priyanto, mengatakan bahwa sesuai dengan pertemuan Anggota dewan Bojonegoro dengan kepala dinas Perdagangan Bojonegoro, Sukemi, beberapa waktu lalu. Dikatakan Sukemi, tidak ada rencana pemindahan pedagang pasar kota Bojonegoro.

” Waktu itu dikatakan Kadis perdagangan, yang dipindahkan adalah pedagang yang tidak punya tempat di pasar kota,” ujar Sukur Priyanto. Tapi nyatanya, sekarang ini dalam tempo waktu tertentu semua pedagang pasar kota akan dipindahkan.

Sebagai pejabat pemerintah, Kadis Perdagangan, Sukemi, menurut Sukur Priyanto, steatmennya tidak bisa dipercaya. ” Isuk dele, sore tempe,” lanjut wakil ketua DPRD Bojonegoro itu.

Kepada pedagang pasar kota, Sukur juga mengatakan untuk mengatasi persoalan yang sekarang ini tengah menjadi keresahan sekitar 1.200 lebih pedagang yang menempati pasar kota itu, DPRD Bojonegoro akan berkirim surat ke bupati Bojonegoro, yang intinya untuk meninjau kembali pemindahan pedagang pasar kota Bojonegoro. Karena, memang dari awal tidak dilakukan sosialisasi komunikasi, dan kedua dalam dokumen notulen rapat dengan pemerintah kabupaten tidak ada rencana perubahan peruntukan lahan kawasan pasar kota menjadi ruang lingkungan hijau.

Baca Juga :  Bojonegoro Raih Juara Il Pelayanan Informasi Melalui Website

Kepada perwakilan pedagang pasar kota, Sukur mengatakan akan mengusahakan agar bupati menunda terlebih dahulu penutupan pasar kota, sebelum adanya rapat pembahasan tentang relokasi pedagang pasar ini.

“Setidaknya kami usahakan, tanggal 15 besuk tidak ada penutupan pasar kota,” ujar Sukur Priyanto.

Selanjutnya ditegaskan Sigit Kushariyanto, Komisi B DPRD Bojonegoro, dalam rapat Pansus RTRW, DPRD hanya menyetujui tata ruang lingkungan hijau di sekitar wilayah lokasi pasar kota, yakni Tanggul Bengawan Solo ( TBS ), tapi bukan lokasi pasar kota.

“Pembangunan ruang hijau tidak memperbolehkan adanya bangunan. Lha pasar kota itu kan bersebelahan dengan kantor Perhutani dan Polisi. Sehingga tidak mungkin lokasi pasar kota yang sekarang ini dijadikan kawasan ruang hijau.

“Yang jelas DPRD tidak pernah menyetujui pasar kota dijadikan tata ruang hijau. Selain lokasinya ada bangunan kantor lain, juga karena keberadaan pasar kota ini ada sejarahnya, ada historisnya, dan tidak bisa dihilangkan begitu saja,” terang politisi partai Golkar, Sigit Kushariyanto.

Baca Juga :  Ngopi Bareng Kapolres Tuban dan Wartawan Sepakat Ciptakan Situasi Kondusif

Lebih jauh, sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, mengatakan bahwa keberadaan pasar kota merupakan perjalanan sejarah bagi Bojonegoro, yang keberadaannya tidak bisa dihilangkan begitu saja.

“Keberadaan Pasar kota ada historisnya yang tidak bisa dipisahkan dari pemerintahan kabupaten Bojonegoro. Jadi Pemkab Bojonegoro tidak bisa serta merta dengan kekuasaannya memaksa pedagang pasar kota pindah ke lokasi pasar yang baru dan menjadikan lokasi pasar kota menjadi taman kota,” tandas politisi Partai Amanat Nasional, Lasuri.

Seusai melakukan rapat dengar pendapat dengan perwakilan pedagang pasar di kantor dewan. Sejumlah anggota dewan yang menemui perwakilan pedagang pasar, akhirnya menemui ribuan pedagang pasar kota yang masih bertahan di depan pendopo Pemkab Bojonegoro.

Kepada pengunjuk rasa, Sukur mengatakan dewan perwakilan rakyat Bojonegoro akan mendukung pengunjuk rasa untuk mempertahankan hak-haknya dalam memperjuangkan hidup.

Karenanya, ia meminta kepada pedagang untuk tetap berjualan di pasar seperti biasa.

“Kami juga akan berjuang supaya pedagang pasar tetap bisa berdagang di pasar kota dan tidak dipindah ke lokasi pasar baru,” ucap Sukur kepada ribuan pedagang pasar kota di halaman depan pendopo Pemkab Bojonegoro, Jum’at, (14/01/2022).

( ro )

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03