oleh

Peralatan Penyedia Jasa Cleaning Service di RSUD Sosrodoro Djatikusumo Belum Komplit

BOJONEGORO. Netpitucom – PT. Bali Wong, pemenang tender pekerjaan cleaning servis di Rumah Sakit Umum Daerah, Sosrodoro djatikusumo, sampai dengan 14 hari setelah tanda tangan kontrak pekerjaan, Rabu, (14,4/2021), belum memenuhi semua kebutuhan barang yang dibutuhkan sebagaimana diperjanjikan dalam kontrak pekerjaan.

Menurut kepala Unit Layanan Lelang Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo, kepada netpitu.com ada batasan waktu maksimal 14 hari, setelah terbitnya Surat Penunjukan Penyedia barang dan Jasa, sebelum penandatanganan kontrak pekerjaan dilakukan.

Dalam SPPJ itulah, biasanya disebutkan ketentuan jumlah dan batas waktu barang-barang kelengkapan penunjang pekerjaan kontrak. Jika pada batas waktu maksimal 14 hari, ketentuan barang yang diminta untuk disediakan oleh PPK tersebut tidak terpenuhi. Maka kewenengan untuk melakukan evaluasi pentefia barang dan jasa tersebut adalah PPK.

“Soal itu menjadi kewenangan dan tanggung jawab PPK,” ujar Siswoyo.

Mengenai kekurangan barang yang mestinya telah disediakan oleh PT. Bali Wobg ini, PPK RSUD Sosrodoro Djatikusumo, Bojonegoro, Hastono, mengatakan pakaian seragam cleaning service sekarang ini masih dalam tahap pembuatan ( pejahitan ) pakaian oleh PT pemenang tender.

Sementara itu, Sri Rejeki, bagian umum RSUD Sosrodoro Djatikusumo, saat dihubungi netpitu.com mengatakan bahwa pihak penyedia barang siap mencukupi kebutuhan.

“Dan semua itu juga perlu waktu untuk berproses,” kata Sri Rejeki. Seperti baju seragam yang belum tersedia, troly peralatan kebersihan dan beberapa peralatan lain.

Diberitakan sebelumnya, pasca penandatangan kontrak pekerjaan cleaning service ( kebersihan ) di RSUD Sosrodoro Djatikusumo, Bojonegoro, banyak kebutuhan barang yang belum bisa dicukupi sesuai volume dalam.kontrak.

Sri Rejeki, menanggapinya dengan santai belum terpenuhinya kevukupan barang peralatan kebersihan di RS, yang penting baginya ruangan di rumah sakit itu bersih. Dan ia meyakini bahwa nantinya barang yang sekarang ini belum tersedia akan terpenuhi nanti.

Karena, seperti baju masih dalam proses pembuatan di penjahit.

Ia pun mengakui jika jumlah troly yang ada sekarang ini masih sedikit, belum sesuai jumlah yang ada dalam kontrak proyek.

“Bagi kami yang penting itu bersih,” ujar Sri Rejeki, kepada netpitu.com.

(Yon)