oleh

Kemendikbud Bantah Isu Penghapusan Mata Pelajaran Agama

JAKARTA. Netpitu.com РKemendikbud membantah isu adanya rencana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah. Kepala Biro komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud Ari Santoso menegaskan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tidak pernah memandatkan hal tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Upaya untuk meniadakan pendidikan agama itu tidak ada dalam agenda reformasi sekolah sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Ari.

Ari mengatakan, Kemdikbud berencana menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan di luar sekolah untuk lebih memantapkan pendidikan agama dengan ditambah pendidikan karakter sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 tahun 2017.

Namun, Kerja sama dengan lembaga di luar sekolah tersebut bukan berarti menghilangkan pelajaran agama yang telah ada di sekolah.

Menurut Ari, ada beberapa media massa yang keliru memberitakan pernyataan dan rencana Muhadjir. Judul pemberitaan tersebut menurutnya tidak tepat dan ada konteks yang lepas.

“Justru pendidikan keagamaan yang selama ini dirasa kurang dalam jam pelajaran pendidikan agama akan semakin diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler,” lanjut Ari.

Peningkatan pendidikan agama yang akan diberikan kepada siswa akan dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikiler. Jadi siswa tidak lagi harus belajar di kelas sebagaimana dilakukan sejak pagi.

Ari memberi contoh penerapan penguatan pendidikan agama yang dilakukan sekolah di Kabupaten Siak. Di sana, beberapa sekolah menerapkan jam belajar hingga jam 12 siang. Setelah itu, siswa mendalami pendidikan agama dengan para ustadz.

“Termasuk di dalamya kegiatan di madrasah diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, baca tulis Alquran dan kitab suci lainnya,” ujar Ari.

(Red/Ams)