oleh

Namanya Ditolak Bupati, Sukur Marah dan Merasa Dipermalukan

BOJONEGORO. Netpitu.com – Wakil ketua DPRD Bojonegoro memberikan klarifikasi terkait Ikhwal dipilihnya ia menjadi manager atau CEO Persibo, salah satu club sepakbola di Bojonegoro.

Di hadapan perwakilan pengunjuk rasa yang diterima oleh anggota DPRD kota migas itu, Sukur menjelaskan ia sudah didatangi empat kali lebih oleh Persibo dengan membawa surat pengunduran diri Abdullah Umar dari management Persibo.

“Saya bukan orang ambisiys, saya didatangi empat kali lebih untuk meminta saya menjadi manager, tapi saya katakan jangan, jangan saya,” ungkap Sukur Priyanto.

Dikatakan lebih lanjut oleh Sukur, ia berani mengambil langkah mengiyakan permintaan Persibo setelah di tunjukkan surat pengunduran diri Abdullah Umar dari manager Persibo. Dari keterangan yang disampaikan pada Sukur, informasi yang disampaikan Dispora bahwa telah berusaha mengundang management lama Persibo sebanyak dua kali namun tak pernah datang.

Berawal dari situlah Sukur Priyanto menerima pinangan Persibo sebagai Manager atau CEO Persibo. Namun sayangnya, ketika namanya muncul dalam kepengurusan Persibo tersebut disampaikan ke bupati mendapat penolakan dari bupati, Anna Mu’awanah.

Baca Juga :  Peduli Covid19, Maspero Bagikan Nasi Bungkus Pada Masyarakat



“Saya marah karena diperlakukan nggak adil. Saya nggak mau didatangi setiap kali kali dipaksa, dipaksa, mau. Repotnya setelah ada nama saya, kok asal jangan pak Sukur. Apa sejelek itu saya,” ujar Sukur, dalam klarifikasinya.

“Asal bukan pak Sukur. Lho salah saya apa. Saya marah karena telah merasa dipermalukan,” ucap Sukur di DPRD Bojonegoro.

Kepada pengunjuk rasa dan management lama Persibo, Sukur mengatakan meski namanya tidak masuk dalam kepengurusan Persibo, ia tetap akan membantu baik tenaga, pikiran, tapi juga dana untuk Persibo.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Bojonegoro yang mengatasnamakan suporter Persibo saat melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Bojonegoro, Senin, (14/06/2021). Mereka melakukan penolakan management lama Persibo yang dipimpin Abdullah Umar.

Selama 3 tahun ini Umar dianggap tidak mampu mengelola Persibo, sehingga nasib Persibo semakin terpuruk lantaran tak dapat berlaga di Liga sepak bola Indonesia. Selain itu, Umar sendiri pernah menyatakan mundur dari management Persibo.

Elemen warga pendukung Persibo itu menginginkan pergantian kepengurusan management Persibo dengan mengusung Sukur Priyanto sebagai manager Persibo. Sukur dianggap lebih memiliki kompetensi dan kapasitas dalam mengembangkan Persibo. Apalagi Sukur juga telah bersedia menjadi manager Persibo dan menyediakan dana pembiayaan tanpa APBD.

Mereka pun meminta kepada bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah untuk tidak turut campur tangan dalam pembentukan kepengurusan Persibo yang baru. Karena posisi Persibo sebagai club’ sepak bola di bawah naungan Perusahaan Terbatas ( PT ) yang dalam operasionalnya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ).

Jika tuntutan mereka tidak diindahkan suporter Persibo itu pun mengancam akan memboikot seluruh laga pertandingan yang dimainkan Persibo.

Sebelumnya beredar kabar di media sosial yang menyebutkan keterlibatan bupati Bojonegoro yang mengganjal dan tidak menghendaki Sukur Priyanto sebagai CEO Persibo.

Intervensi bupati Bojonegoro dalam pembentukkan pengurus Persibo inipun disayangkan oleh masyarakat lantaran tidak menghormati kebebasan berpendapat warga Bojonegoro khususnya suporter Persibo Bersatu.

(Yon)