oleh

Penutupan Porprov VI Jatim di Tuban Meriah Sepanjang Sejarah

TUBAN. Netpitu.com – Closing Ceremony PORPROV VI 2019 Jawa Timur yang diselenggarakan di Kabupaten Tuban berlangsung meriah, Sabtu, (13/07/2019).

Porprov VI Jatim 2019, telah dilaksanakan 6-13 Juli 2019 serta diikuti atlit sebanyak 7818 atlit.

Upacara penutupan pekan olah olah raga se Jatim itu diselenggarakan di lapangan Sport Center dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Bupati dan Wali Kota se Jawa Timur.

 

 

Sekitar 1000 personil tari dan pengiring, berkolaborasi dengan 87 bedug, lengkap dengan seni Pencak Dor. Menyuguhkan hiburan tari kolosal dan parade bedug Genderang perjuangan.

Penari sebanyak itu, berpadu dengan parade bedug dan seni Pencak Dor yang akan disuguhkan pada awal rangkaian penutupan. Acara penutupan makin meriah dengan penampilan drum band dan defile kontingen.

 

Panitia PB Porprov VI 2019 dan lokal, sebelumnya sudah mempersiapkan secara matang acara penutupan ajang olahraga paling akbar di Jatim ini.

Ketua KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung menyampaikan bahwa Porprov ke-6 Jawa Timur ini merupakan Porprov terbesar di Indonesia yang pernah terlaksana. Karena Porprov ini diikuti atlit sebanyak 7818 Atlit dan 40 Cabor.

Porprov ini merupakan Porprov yang mengikutkan Atlit diluar Puslatda, Atlit PON, Pelatnas, karena Porprov diikuti oleh kalangan milenial, dimana atlit yang mengikuti Porprov ini rentang usia 16-20 tahun.

Ini merupakan tanda kebangkitan milenial dibidang olahraga. Sehingga hal ini bisa untuk melahirkan bibit unggul baru di bidang olahraga.

Sementara itu, sebagai salah satu Kabupaten tuan rumah Porprov VI, Bupati Tuban H. Fatul Huda menyampaikan selamat datang di kabupaten Tuban.

 

“Kami sangat beruntung Tuban ditunjuk sebagai tuan rumah dan juga sebagai ajang Penutupan Porprov Jawa Timur. Porprov kali ini berjalan sukses berkat dukungan dari semua pihak,” ungkapnya.

Masih katanya sebagai tuan rumah sangat membanggangkan karena bisa menyelnggarakan event sebesar ini dengan lancar, serta dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

Tari kolosal pembuka yang diikuti 1000 personil tari dan parade bedug, mengusung tema genderang perjuangan. Dari gerakan tari tersebut, menggambarkan semangat masyarakat Tuban untuk mewujudkan mimpi.

 

 

Berawal dari mimpi beserta cita-cita, masyarakat Tuban harus bekerja dan tekun. Sehingga dapat mewujudkan mimpi-mimpinya, salah satunya dengan wujud memiliki Stadion Tuban Bumi Wali.

Gerakan awal tari kolosal, memberi visul akan masyarakat Tuban dalam kondisi tengah malam sedang tertidur.

 

Suara mengaji, lantunan ayat suci, dibarengi suara ayam berkokok beriringan. Suara tarqim sebelum adzan Subuh berkumandang, membuat masyarakat Tuban yang terkenal dengan sebutan Bumi Wali ini terbangun.

Selama Tarqim itu, masyarakat memulai aktivitas. Mulai bangun dari tidur, dan bersiap menunaikan aktivitasnya, yakni sholat Subuh berjamaah.

Makna itu bisa dilihat dari gerakan rampak, bentuk tikar digelar dari para penari yang berjamaah. Aktivitas terus berjalan setelah itu, meraka pulang dari tempat ibadah ke rumah.

Di antara kesibukan pagi hari, meraka bekerja sesuai profesi masing-masing. Aktif dengan rutinitas pagi, olahraga, dan senam. Betapa tarian kolosal menggariskan nuansa pagi, semangat masyakat Tuban untuk mewujudkan mimpinya.

Menurutnya dari semua itu, tari kolosal dan parade bedug hingga Pencak Dor memiliki keterkaitan satu koridor konsep yang besar, yang berarti merajut mimpi lewat bunyi. Mimpi Tidak Diam.

Dengan caranya masing-masing, masyarakat Bumi Wali selalu menabuh Genderang perjuangan. Bukan soal simbol genderang yang ditabuh saja, melainkan semangatnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih kepada setiap tuan rumah yangvtelah berhasil memyelenggarakan Porprov ke-6 dengan baik, sehingga Porprov kali ini berjalan sangat luar biasa.

Selamat kepada daerah yang telah sukses dalam Porprov kali ini, dan bagi daerah yang suksesnya masih tertunda jangan pernah putus asa. Karena jalan kedepan masih panjang.

Jadikan kemenangan sebagai dorongan untuk lebih baik lagi, dan jadikan kekalahan sebagai cabuk dan motivasi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi memyampaikan bahwa Porprov kali ini merupakan Porprov yang istimewa karena baru kali ini menpora hadir dipenutupan Porprov.

Porprov kali ini merupakan kawah candrasimuka bagi atlit-atlit untuk lebih maju kedepan, karena ada kejuaraan besar yang menanti.

Bagi atlit yang meraih juara harus segera turun dari podium untuk kembali berlatih dan merebut kembali juara, selain itu ada kompetisi besar yang harus ditaklukan.

Banyak event besar yang akan dilangsukan kedepan baik nasional maupun internasional. Bermimpilah setinggi langit karena dengan bermimpi kita bisa memiliki motivasi.

Mimpi tidak bisa diwujudkan dengan hanya berdiam diri namun dengan bergerak dan bersungguh-sungguh.

Semoga kedepan atlit Porprov ini bisa mengharumkan jawa Timur dikancah nasional maupun Internasional.

(met)