oleh

3 Sekolah Di Bojonegoro Akan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

BOJONEGORO. Netpitu.com – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Propinsi Jatim wilayah Bojonegoro Tuban akan melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. TPM tersebut akan dilakukan pada hari Selasa (18/8/2020) mendatang.

“Uji coba PTM itu akan dilakukan di tiga sekolahan yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bojonegoro, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bojonegoro dan SDLB Sumbang”, ucap Kepala Cabdindik Propinsi Jatim Wilayah Bojonegoro Tuban, Adi Prayitno.

Adi Prayitno mengungkapkan, uji coba PTM terbatas ini tersebut tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Timur yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 420/11350/101.1/2020 tentang uji coba pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SMA/SMK/SLB di Jatim.

Menurutnya, untuk Kabupaten Bojonegoro masuk kategori orange, maka dalam pelaksanaan uji coba PTM terbatas nanti, hanya memperbolehkan siswa masuk tidak lebih dari 25 persen dari jumlah siswa satu kelas untuk durasi PTM Terbatas tidak seperti jam normal saat KBM berlangsung

“Untuk PTM Terbatas, nantinya (Kegiatan Belajar Mengajar) KBM hanya dilakukan empat jam saja dan itu terbagi 1 jam saat pelaksanaan pembelajaran, sehingga materi pembelajaran di sekolah dipadatkan”, jelas Kepala Cabdindik Propinsi Jatim Wilayah Bojonegoro Tuban.

Dikatakan pula, bagi sekolah yang menjadi pilot projek untuk pelaksanaan uji coba PTM terbatas tersebut harus mematuhi protokol kesehatan guna menjaga keselamatan dan kesehatan siswa serta tenaga pendidik.

“Bagi sekolah yang akan melakukan PTM Terbatas, sebelumnya para guru harus melakukan rapid test terlebih dulu,” ujar Adi Prayitno.

Adi Prayitno menambahkan, bagi sekolah yang belum ditunjuk, agar bersiap diri diantaranya membentuk gugus tugas Covid-19 Pendidikan, guru dan karyawan sekolah harus rapid test, serta harus menyiapkan sarana dan prasarana, kurikulum dan kesiapan orang tua dan siswa.

“Uji Coba PTM Terbatas ini akan dilakukan selama 2 minggu, setelah itu akan dievaluasi dan dikaji bersama”, pungkas Adi Prayitno.

(pur)