oleh

BNPB Pusat Serahkan Rp 10 Milyar Untuk Tanggulangi Bencana di Bojonegoro

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Willem Rampangiley, menyerahkan bantuan dana penanggulangan bencana untuk Kabupaten  Bojonegoro, Rp 10 milyar, dan diterima langsung bupati Bojonegoro, Suyoto.

Selain itu juga disrrahkan bantuan berupa logistik dan peralatan kepada BPBD  Kabupaten Bojonegoro. 

Kepala  BNPB Willem R, mengatakan bahwa hal menarik di Bojonegoro adalah semangat  warga dan pemimpinnya yang sangat luar  biasa,  bisa dibilang  meski di daerah rawan bencana  namun tampak bahagia.

Dijelaskan  bahwa dewasa ini intensitas bencana dari waktu kewaktu  terus mendalami  peningkatan.  Setidaknya ditahun 2016  saja kejadian  bencana  di Indonesia  mencapai 2.384 kejadian  dan korban  jiwa mencapai 562 jiwa.

Indonesia, lanjut Willem  adalah daerah yang paling rawan bencana karena dilalui cincin api pasifik.  Dari 500 an gunung api diseluruh  Indonesia  127 diantaranya dalam kategori gunung api aktif.

Untuk Kabupaten Bojonegoro,  Kepala BNPB  menilai bahwa dalam penanganan  kerjasama  telah melibatkan  semua pihak baik pemerintah  dan masyarakat. Dari sinilah maka banyak pelajaran yang bisa kita ambil di Bojonegoro.

Kedepan untuk mengantisipasi dampak banjir akibat  luapan sungai bangsawan solo pihaknya akan menggelar workshop penanggulangan bencana sungai bangsawan solo yang melibatkan  18 Kabupaten.  Baik di Jawa Tengah maupun  Jawa Timur  yang memiliki Muara ke sungai bangsawan solo  atau dilalui sungai  bangsawan solo.

Dengan workshop nantinya akan dicari solusi bersama agar banjir ini bisa diminimalisir dan tidak banyak menimbulkan kerugian.

Menurutnya mengapa bencana ini silih berganti  ?. Karena kualitas  lingkungan makin menurun dan rusak,  mulai tata ruang dan lain sebagainya  diantaranya masalah urbanisasi dan penataan kawasan.

Bupati Bojonegoro Suyoto, mengatakan bahwa warga Ngasem selama ini akrab dengan bencana kekeringan dan angin puting beliung.  Meski hidup  di daerah rawan  bencana  namun  semangat masyarakat luar biasa. Tak hanya itu dari kondisi ini menghadirkan kecerdasan  lokal masyarakat.

( Dan )