oleh

Kolam Licin di Prataan Karena Endapan Lumpur Belerang

Tanggapan Perhutani Soal kondisi kolam licin di pemandian air Prataan.

TUBAN. Netpitu.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan, melalui Darmuko, selaku pejabat pengelola kawasan wisata pemandian air hangat Prataan, memberikan klarifikasinya terkait tulisan artikel yang berjudul Wisata air panas Prataan, pernah digunakan berwudhlu Syech Subakir.

Menurut Darmuko, kolam air pemandian licin yang ada di Prataan, bukan karena lumut yang tidak dibersihkan. Tetapi karena endapan belerang di dasar kolam yang menumpuk.

Akibat endapan belerang itu, kolam menjadi licin dan endapan belerang menjadi naik ke permukaan air jika terinjak kaki. Semburat endapan belerang yang naik ke permukaan air kolam tersebut menyebabkan air keruh dengan warna kekuning-putihan.

Setiap pagi hari, lanjut Darmuko, endapan belerang selalu dibersihkan oleh petugas taman wisata Prataan.

Soal akes jalan taman wisata yang rusak, diakui Darmuko, kondisi jalan taman memang sudah rusak dan perlu pembangunan kembali.

“Sudah kami ajukan ke direksi Perhutani tapi belum ada respon. Kalaupun ada jalan yang terbuat dari cor semen tersebut, itu merupakan inisiatif kami. Karena kerusakan jalan disitu sangat parah dan perlu diperbaiki. Maka untuk sementara kami tambal dengan cor semen, agar tidak membahayakan pengunjung yang lewat,” terang Darmuko, kepada netpitu.com melalui ponselnya.

Iapun berharap pembangunan kembali akses jalan ke taman pemaian air hangat Prataan tersebut bisa terealisasi pada tahun 2019 ini.

(rdk)