oleh

Stock Minyak Goreng Menghilang Pedagang UMKM Gulung Tikar

-BERITA-59 views

Repoter : Ciprut laela

BOJONEGORO, Netpitu.com
Sudah sekitar satu bulan lebih peredaran minyak goreng di Bojonegoro mengalami kelangkaan. Kondisi ini mau tak mau membuat kelabakan pedagang gorengan yang mengandalkan minyak goreng sebagai bahan baku utama dagangannya.

Seperti dialami Sohi, seorang ibu rumah tangga sekaligus pedagang UMKM mikro. Sohi merasa kesal, sebab usaha kecil jajanan pasar dan makan di rumahnya menjadi terhambat, akibat sulitnya mendapatkan minyak goreng.

“Sekarang susah, dikemanain ya minyak gorengya, saya sudah masuk cari di Indomaret 4 tidak ada, kosong semua. Di Bravo, kemarin ada banyak, tapi sekarang sudah hilang. Di Kds pun juga tidak ada. Di toko swalayan Samudra ada banyak tapi waktu mau beli harus belanja lebih dulu sampai dengan Rp. 150 ribu, baru bisa diperbolehkan beli minyak goreng. Kalau hanya beli minyak goreng saja tidak boleh,” terangnya kepada netpitu.com saat di temui di kediamannya. Senin (14/02/2022).

Baca Juga :  Temui DPRD Bojonegoro Buruh Rokok Tanya Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau

Hal yang sama di ungkapkan oleh penjual gorengan keliling yang bernama Ida, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro. Ida merasa sudah capek mencari minyak goreng. Akibatnya, untuk sementara ini ia menghentikan aktivitas dagangnya atau tidak jualan.

“Beli minyak goreng di pasar dan di toko-toko saya juga tidak mampu. Karena mahal, modal yang dikeluarkan “gak nyucuk” dengan pendapatan yang didapat. Rugi, tidak dapat untung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perkara Dihentikan Polisi, Wabup Bojonegoro Ajukan Praperadilan

“Untuk di supermarket Pembelian dibatasi hanya boleh 2 liter satu orang, itu kan nggak efisien buat pelaku UMKM kayak saya. Jadi yang seharusnya bisa sekali beli jadi harus bolak-balik,” tambahnya.

Disisi lain Firman staf karyawan Supermarket KDS menjelaskan, untuk pembelian minyak goreng dibatasi. Pembatasannya melalui waktu jam pembelian, untuk pagi hari jam 09.00 Wib, siang hari pukul 11.00 Wib, sedangkan untuk sore hari pukul 15.00 Wib, dan malah hari pukul 19.00 Wib.

Baca Juga :  Kerap Rilis Berita Tak Sesuai Data DPRD Akan Panggil Pihak Dinas Kominfo

“Pembelian juga dibatasi hanya 2 liter saja. Produk kemasan minyak goreng tidak ditata di tempatnya atau tidak ditaruh di rak tempat minyak goreng. Tetapi siapa yang antri di lorong minyak goreng kita bagi satu per satu. Agar semua kebagian dan menghindari kerumunan” jelas Firman, kepada netpitu.com.

(put)