oleh

Peringati Hari Pajak KPP Pratama Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih

TUBAN. Netpitu.com – Kekeringan akibat mulainya musim kemarau, pertanda dampak akan.kebutuhan akan air bersih mulai sangat dibutuhkan dambaan masyarakat.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, warga di desa ini sudah mulai trauma akan bencana kekeringan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejak sebulan terakhir, warga sudah merasakan kesulitan mendapatkan air bersih.

Desa yang berjarak sekitar 15 Km dari pusat kota itu memang jarang ada sumber mata air yang bisa diandalkan. Tiap tahun selalu dilanda kekeringan, kekurangan air bersih sudah menjadi menu rutin yang masih belum bisa dihindarkan.

Dari keterangan Kaur Kesra, Desa Genaharjo, Widi Ristanti kebutuhan akan air bersih perorang saja dalam sehari mencapai 25-30 liter.

“Selain untuk minum juga dipergunakan untuk kebutuhan lain, seperti mandi,” ungkapnya ke netpitu.com

Ungkapnya, dengan tidak adanya titik sumber air juga menambah derita hausnya warga desa dengan jumlah 715 KK miskin itu. Terlebih di Dusun Gempol, desa setempat banyak warga yang kekurangan air meski hanya untuk minum saja.

“Saat ini kebutuhan akan air bersih menjadi kebutuhan primer rata-rata mereka sekarang ini mengharuskannya membeli air minum dalam tangki air,” paparnya.

Masih dalam penuturannya setiap tangki berukuran sedang warga harus merogoh kocek senilai Rp. 120.000. Biasnya hanya cukup untuk kebutuhan 3-4 hari saja dengan 1 KK sejumlah 4 orang.

“Bisa dibayangkan kalau kekeringan ini semakin lama dan tidak ada sumber air yang bisa diambil,” katanya.

Dari pantauan media ini sumur warga yang tiap hari bisa diambil airnya juga mengering. Debit air sangat minim, hingga untuk sekedar mandi dan minum ternak saja tidak cukup. Mayoritas, warga Dusun Gempol adalah petani. Tadah hujanlah yang diandalkan untuk menampung air tambahan.

Kekeringan juga berimbas pada ketersediaan air pertanian. Seperti yang terlihat, banyak area persawahan mengering. Hingga tidak lagi ditanami karena tandus dan kering. Sebagian petani nekad menanami lahannya dengan tanaman tembakau dan jagung.

“Kekeringan disini sudah ada sebulan lebih. Tahun ini paling parah kelihatannya, biasanya puncaknya ada di bulan Agustus sampai Oktober nanti, ” katanya.

Lanjut wanita yang akrab disapa Widi itu bahwa kebutuhan air diharapkan bisa terakomodir dengan rata ke semua warga.

Untuk meringankan beban mereka seperti bantuan dari KPP Pratama ini dinilai sangat tepat waktunya.

Sementara itu. Kepala KPP Pratama Tuban, Eko Radnadi Susetio ditemui netpitu.com dilokasi, Senin, (15/07/2019), menjelaskan bahwa kepedulian antar sesama menjadi agenda seluruh karyawan dibawah naungannya. Bertepatan dengan Hari Pajak, pihaknya juga melaksanakan agenda sosial.

“Kepedulian dengan membantu mengantarkan air bersih di lokasi warga yang membutuhkannya. Sengaja dipilih Desa Genaharjo, karena memang lokasi dan warga desanya sangat membutuhkan air,” paparnya.

Sedikitnya ada 2 dari 5 truk tangki berisi air bersih penuh di dropping ke warga. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban hidup terkait kebutuhan air.

Di hari pajak ini masih dalam tutur Eko Radnadi Susetio, pihaknya juga melakoni kegiatan sosial lainnya. Seperti aksi donor darah, aksi bagi kue, upacara, dan santunan kepada para penyandang disabilitas di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Grahita Tuban.

“Kepedulian KPP Pratama Tuban untuk sesama. Salah satunya dengan pembagian air bersih pada warga. Di hari pajak ini kita juga melakukan kegiatan sosial lain. Tadi donor darah di aula belakang kantor, dapat 25 kantong, ” jelasnya ketika usai membagikan air di Desa Genaharjo.

(met)