oleh

Ustadz Ustadzah TPQ Bojonegoro Ikuti Kaifa Tusholli

BOJONEGORO. Sekitar 1200 ustad dan ustadzah Taman Pendidikan Qur’an mengikuti training dan kajian Kaifa Tusholli yang dihelat oleh Mabin TPQ An Nahdliyah Bojonegoro, pada 12/3/2017 di Masjid Babusshofa, Bojonegoro.

Pelatihan sholat ala Nabi Muhammad SAW, yang dipandu KH. M. Ihya’ Ulumiddin dan Ustad Masyhuda Al-Mawas dan tim trainer Mahad Nurul Haromain- Pondok Pesantren Nurul Haromain itu menjadi wahana pembelajaran bagi ustad- ustadzah, lantaran dengan demikian mereka mengetahui apakah ibadah sholat yang dilakoninya selama ini sudah benar atau salah.

Kegiatan pelatihan tuntunan sholat menurut riwayat Hadist ini diselenggarakan karena banyaknya keluhan dari masyarakat yang menunukkan rasa keprihatinan terhadap fenomena maraknya suburnya kemunculan lembaga KBIH Umroh dan Haji dibanding gerakan ibadah sholat. Padahal ibadah Sholat adalah rukun Islam kedua dan merupakan perintah langsung dari Allah, yang penting bagi umat Islam tapi tak ada yang mengurusi.

Ketua panitia penyelenggara training dan Kajian Kaifa Tusholli, Muhaimin kepada santri bojonegoro.com mengatakan selama ini memang umat muslim telah menjalankan sholat dan belajar sholat sejak usia dini. Namun bisa saja sholat yang dilakukannya kurang sempurna karena dalam pelajaran sholat yang diterimanya hanya berdasar Fiqih dan Syariatnya saja.

Pasca kegiatan pelatihan ini menurut Muhaimin, Mabin AN-Nahdliyah akan membentuk tim untuk mengurusi kegiatan bimbingan sholat sebagaimana riwayat Hadist. Kegiatan ini tentunya akan dikembangkan melalui program pembelajaran tambahan di Tempat Pendidikan Qur’an ( TPQ ) yang ada di Bojonegoro, dengan sasaran anak usia 5 – 12 tahun.

“ Untuk yang bapak-bapak dan ibu-ibu ya belajarnya harus di masjid atau mushola secara bersama-sama,”ujar Muhaimin.

Sementara itu dalam paparannya KH. M. Ilya’ Ulumiddin mengatakan bahwa pelatihan sholat ala Nabi Muhammad SAW ini merupakan cara sholat menuju khusyuk. “ Setidaknya 25 persen sampai dengan maksimal 50 persen khusyuk, kenapa maksimal 50 persen ?. Karena yang bisa sholat khusyuk seratus persen hanya nabi,”

“ TIDAK ADA ORANG SHOLAT KHUSYUK SERATUS PERSEN, PALING BANTER SEPARO ( KHUSYUK ), KECUALI NABI” TANDAS KH. M. ILYA’ ULUMIDDIN DI HADAPAN 1200 PESERTA TRAINING DAN KAJIAN KAIFA TUSHOLLI. (RED)