oleh

Rapat Dengan PD dan BUMD, Pj. Bupati Akui Ada Kerugian

BOJONEGORO. Netpitu.com – Pj. Bupati Bijonegoro, Dr. Suprianto, SH, MH, mengakui adanya kerugian dan keuntungan pada Perusahaan Daerah (PD) milik Pemkab Bojonegoro. Bahkan di PDAM terjadi kebocoran diluar ambang batas toleransi.

Ditemui seusai rapat terbatas dengan direksi Perusahaan Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah, di Pemkab Bojonegoro, Jum’at (16/3), Dr. Suprianto, mengungkapkan kerugian di PDAM misalnya terjadi karena kebocoran air yang terjadi sudah melampaui ambang batas toleransi sebesar 20 Persen.

Di PDAM, kata Suparianto, ada nilai nilai sosialnya juga. Makanya ia menanyakan hasil produksi (air) berapa kubik sih, …sekian ribu. Terus yang dijual berapa ribu sih….yang dijual sekian ribu.

“Lho yang sekian ribu itu kemana,”cetusnya.

Padahal batas toledansi kebocoran air itu kan 20 persen, ini 26 persen. Kebocoran air sebesar 26 tersebut bisa saja terjadi di jaringan, atau bisa meteran. Untuk mencegah terjadi kerugian berlanjut tentunya harus dikuatkan masalah pengawasan terhadap internalnya.

“Melihat meterane, onok sing nakal opo ora. Nanti jangan-jangan nggak lewat meteran,” kata Pj. Bupati Bojonegoro, Dr. Suprianto, SH, MH.

Soal adanya dugaan kerugian pada BUMD yang menangani usaha sektor minyak dan gas di Bojonegoro, kata Suprianto, pembahasan rapat belum sampai pada tahap itu. Persoalan tersebut nanti akan dirapatkan secara khusus.

“Kalau memang nanti ada rekonendasi soal ini ya harus dilakukan,” tandas Suprianto..

“Intinya saya kan orang baru, saya pengen tahu bagaimana kinerja yang sudah dan rencana program kerja kegiatan apa yang akan dilakukan. Termasuk temuan-temuan pemeriksa, yaitu akuntan publik dan sejenisnya. Itu rekomendasinya apa ?, apakah sudah dilakukan dan sebagainya

Menurut Suprianto pertemuan tidak bisa selesai hanya satu hari ini. Nantinya akan ada lagi pertemuan secara khusus satu persatu PD/BUMD).

“Ini tadi hanya kepengin tahu gambar kasarnya. Tentunya kita harus memenuhi rekomendasi dari pada hasil pemeriksaan pemeriksa akuntan publik apa yang harus kita lakukan,” ujar Pj. Bupati lebih lanjut.

 

(dan)