oleh

Dua Pendatang Zona Merah Langsung Dikarantina di SDN Tinumpuk

BOJONEGORO – Netpitu,com – Kewaspadaan karena kian merebak dan meruyaknya serangan virus Covid-19. Menjadikan seluruh Kepala-Kepala Desa dan jajaran terkait di Kabupaten Bojonegoro, meningkatkan pengawasan serta pemantauan.

Hal ini perlu dilakukan guna melindungi seluruh warga desa. Serta, untuk mencegah pendemi yang tidak terbendung, agar terputus habis mata rantai penularannya.

“Tadi malam Rabu (15/4), dua warga desa yang baru datang dari zona merah, kami karantina,” tutur Sumber, SE, selaku Kepala Desa Tinumpuk, Purwosari, saat dihubungi Netpitu.

Dalam surat instruksi Bupati No. 360/0751/412.306/2020 tertanggal 10 April 2020, yang ditujukan kepada seluruh Camat dan Kepala Desa/Lurah se Kabupaten Bojonegoro. Secara jelas menyebutkan, agar seluruh pendatang dilakukan karantina selama 14 hari.

Pada butir ke-4, tegas disebutkan pula agar masing-masing warga melaporkan bila kedatangan tamu keluarga, sanak saudara, dari luar kota. Sedangkan untuk Gugus Tugas Desa bersangkutan, diwajibkan melakukan karantina ketat di tempat lokasi yang sudah disiapkan.

Di Desa Tinumpuk sendiri, lokasi untuk melakukan karantina, dipusatkan di bangunan SDN Tinumpuk. “Terdapat enam lokal yang sudah dipersiapkan,” tegas Sumber, SE.

Gugus Tugas Desa Tinumpuk memang telah sejak jauh hari, menata, menyiapkan, ruang-ruang yang ada di SDN Tinumpuk tersebut. Sehingga tatkala kedatangan ke dua orang tamu asal zona merah, tak ada kesulitan berarti untuk melakukan karantina.

Ke dua orang tersebut adalah Mas umur 41 tahun yang tiba dari zona merah Maluku. Dan, Afs berumur 43 tahun asal kedatangan dari zona merah DKI Jakarta.

Ke duanya pulang kampung, lantaran di tempat asalnya sudah tidak ada lagi pekerjaan.

Selama mukim dalam karantina 14 hari, pihak Pemdes Tinumpuk menyiapkan seluruh kebutuhan hidup bagi ke duanya. Berupa makan, minum, mandi dan tidur, secara lengkap, teratur dan bersih.

Kepada sanak saudara dan keluarga ke duanya, tetap dilarang untuk melakukan kontak fisik. Meski hanya sekadar menjenguk berbincang melepas kangen.

“Petugas Linmas Tinumpuk menjaga selama karantina. Dilakukan secara bergantian,” kata Sumber, SE. Meski demikian Ia sangat bergarap, agar ke duanya nanti setelah dilakukan pemeriksaan medis intensif. Tidak dinyatakan positip menderita virus Covid-19.

Kepada seluruh warga desa yang lain, Sumber, SE pun berharap tak perlu takut melapor jika menerima tamu luar kota. Semuanya demi kenyamanan, kesehatan dan ketenangan bersama.

(rie)