oleh

Depresi Anggota DPRD Bojonegoro Tewas Gantung Diri

-BERITA-247 views

Repoter : Ciprut Laela

BOJONEGORO. Netpitu. com – Ngenes menderita sakit tak kunjung sembuh, anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Partai Golkar, Rasijan, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon.

Rasijan warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam, ditemukan sudah tak bernyawa di tepi Sungai Bengawan Solo, Desa Sudu, Kecamatan Gayam pada hari Sabtu 16 April 2022.

Kapolsek Gayam AKP Bambang Trenggani mengungkapkan, kejadian ini diketahui dari adanya laporan penemuan mayat di tepi Bengawan Solo yang diduga bunuh diri. Dari laporan tersebut petugas kemudian segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk melakukan pengecekan lebih lanjut / olah TKP.

Baca Juga :  Terapkan Nilai Kepesantrenan, Ribuan Santri di Jatim Doakan Ganjar Pranowo Presiden 2024

“Sampai di TKP petugas langsung melakukan identifikasi pada korban dan dilanjutkan dengan pemeriksaan medis pada korban. Dan dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” jelas Kapolsek Gayam, AKP. Bambang Trenggani.

Lebih lanjut dikatakan Kapolsek, korban ditemukan saat itu istri korban, Tri Kasih hendak membangunkan suaminya untuk sahur bersama, sekitar pukul 02.30 WIB. Tetapi korban ternyata tidak berada di rumah. seketika itu pihak keluarga merasa panik dan langsung melakukan pencarian kepada korban.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro Pergi Ke Luar Negeri Tak Kantongi Ijin Dari Gubernur

“Dalam pencarian korban, Supatmi yaitu keponakan korban menemukan Rasijan (korban) sudah dalam keadaan menggantung dengan tali tampar di pohon kluweh yang berada tak jauh dari rumah korban, yang berada di tepi Bengawan Solo. Diduga korban murni melakukan tindakan bunuh diri, karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Lalu pihak petugas langsung melakukan evakuasi pada korban, dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga :  Jamaah Haji Bojonegoro Berangkat 4 dan 5 Juni

Dikonfirmasi melalui selulernya, ketua DPD Golkar Bojonegoro, Hj. Mitroatin, menjelaskan bahwa Rasijan sudah lama menderita penyakit vertigo akut yang sudah mempengaruhi pikirannya. Kemungkinan besarnya karena depresi memikirkan penyakitnya lantas memilih jalan pintas bunuh diri.

(put)