oleh

Wabup Bojonegoro Indikasikan Potensi Kerawanan Konflik di Empat Kecamatan

Netpitu.com – Wakil bupati Bojonegoro, Setyo Hartono, mengindikasikan adanya potensi konflik di 4 Kecamatan. Diantaranya potensi konflik industri tambang gas Tiung Biru, di Ngasem, Galian C dan tanah longsor di Malo, tanmbang pasir di Kalitidu dan Jalan rusak di Kecamatan Gayam.

Kepada peserta Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat tingkat Kecamatan, di Pendopo Kecamatan Kalitidu, Selasa, ( 16/5 ), Setyo Hartono, meminta agar setiap impinan di level Desa, Kecamatan bekerja sama bahu membahu untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadi bencana yang tidak dapat diperkirakan datangnya.

Baca Juga :  16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan

Selain itu juga perlu diwaspadainya kerawanan pangan akibat gagal panen pada musim kemarau. Karena saat terjadi kelangkaan pangan tentunya juga akan memancing potensi kerawanan baik pangan maupun keamanan lingkungan ( pencurian ).

“ Hidupkan kembali jaga malam, jangan biarkan gardu pos jaga di RT/RW itu kosong. Agar lingkungan masyarakat Desa aman dari gangguan pencurian,” ujar Wakil bupati, Setyo Hartono.

Baca Juga :  16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan

Dengan makin sering berkumpulnya masyarakat dengan aparat di Desa akan memudahkan jalinan komunikasi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di Desa. Demikian pula hal tersebut juga akan memudahkan pihak Forpimca ( Forum Pimpinan Kecamatan ) untuk melakukan tindakan deteksi dini.

Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol Bojonegoro tersebut rencananya akan berlangsung hingga 24/5 mendatang.

Baca Juga :  16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan

Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Kusbiyanto, menyatakan Rakor FKDM ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan membuat peta potensi kerawanan konflik dan bencana Kabupeten Bojonegoro. Agar potensi konflik dan bencana yang ada dapat diantisipasi lebih awal.

“ Syukur-syukur bisa ditemukan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan yang ada,” ujar Kusbiyanto.

(Dan)