oleh

Kelilingi Stand Bupati Mencari Keris Pamengkang Jagad

BOJONEGORO. Netpitu.com – Pada pameran benda pusaka Nusantara di Pendopo Pemkab Bojonegoro, Jumat (16/11), Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Muawanah, menyempatkan diri berkeliling melihat-lihat benda pusaka berbentuk keris yang dipamerkan.

Mau tahu keris apa yang dicari Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah?. Berikut ini ceritanya.

Pada salah satu Stand, Bupati Bojonegoro, itu berhenti dan mengamati seraya memegang keris di depannya. Telunjuk jari Anna Muawanah menunjuk bagian tengah keris. Seolah menggambar pada bilang badan keris.

” Yang ada lobang di tengahnya nggak ada, ” tiba-tiba Bupati Anna bertanya kepada penjaga keris.

Baca Juga :  30 Guru Lintas Agama Di Bojonegoro Ikuti Workshop Penguatan Wawasan Kebhinekaan

“Wah kebetulan tidak ada, bu,” jawab penjaga Stand.

“Kalau yang ada lobang di tengah itu namanya keris apa?,” tanya Anna Muawanah lagi.

“O, itu Pamengkang Jagad,” jawab penjaga singkat.

Tahu yang dicarinya tidak ada, lantas Bupati Bojonegoro itu meninggalkan Stand dan berpindah ke Stand lainnya. Ternyata benda pusaka keris yang dicarinya juga tidak ditemukannya.

Pada benda bertuah kesaktian yang berupa keris dengan ciri lobang pada bagian tengah ini, dikenal dengan nama keris Pamengkang Jagad. Keris tersebut punya ciri memiliki garis retakan lurus atau lubang memanjang di badan kerisnya,

Baca Juga :  Film Pendek "Aswanta" Sutradara Asli Bojonegoro Tayang Malam Ini.

Keris Pamengkang jagad sebagaimana dikutip kerisbudaya.blogspot.co.id, memiliki tuah kesaktian, kekuasaan dan wibawa. Keris-keris tersebut lebih kuat tuahnya daripada kondisi aslinya sebelum adanya retakan atau lubang di badan kerisnya.

Banyak pemilik keris tersebut yang telah merasakan keampuhan tuahnya, sehingga keris-keris tersebut dianggapnya sebagai keris yang pilih tanding. Tuahnya dianggap tiada bandingannya, dan tidak akan dijualnya berapa pun harganya.

Karena sesuai fungsi tuahnya, keris-keris tersebut sudah dirasakan ampuh mengangkat derajat dan kepangkatan pemiliknya (junjung derajat), menaikkan karisma wibawanya, dan mengamankan posisinya dari gangguan orang lain  (termasuk bila ada tuntutan / dakwaan),  dengan syarat si pemilik kerisnya aktif menunjukkan penyatuannya dengan kerisnya.

Baca Juga :  Data Klaim Tagihan Rawat Jalan Anna Mu'awanah Bocor, Pemkab Mendadak Agendakan Rapat Evaluasi Pejabat RSUD

Tidak  adanya indikasi pengaruh gaib negatif dengan adanya garis retakan atau lubang memanjang di badan keris tersebut. Tetapi pada kasus kejadian di atas, pada kategori kedua, adanya retakan dan lubang memanjang di badan keris itu justru menambah keras karakter gaibnya dan menambah kuat tuahnya. 

(red/dan)