Ketika Tukang Becak Tuban Lakukan Pemilu Ketua Paguyuban. Ini Yang Terjadi

- Team

Jumat, 16 November 2018 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Demokrasi sepertinya sudah bukan lagi sesuatu yang eklusif. Proses pemilihan seorang pemimpin melalui pemilihan dirasa lebih jujur dan memenuhi rasa keadilan.

Demokrasi di masa sekarang juga bukan lagi monopoli pejabat politik. Tukang becak pun mebutuhkan proses demokrasi dalam menentukan pilihan.

Inilah yang dilakukan Paguyuban Tukang Becak Wisata Sunan Bonang (PT. BWSB) Kabupaten Tuban, ketika mereka melakukan pemilihan ketua paguyuban periode 2018 – 2021. Pemilu ketua paguyuban pun digelar di terminal wisata Sunan Bonang, Rabu (14/11/2018) Kelurahan Kebonsari  Tuban.

Proses pemilhan keyua dengan sistem coblosan ini diikuti 500 tukang becak. Sebanyak 397 orang memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disediakan.

Ketua Panitia Penyelengara Pemungutan Suara, Budianto mengungkapkan bahwa pemilihan ketua dengan metode pemungutan suara semacam ini baru pertama kali dilakukan.

Di samping itu, jumlah pemilih tersebut melebihi ekspetasi panitia. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dan antusias tukang becak tentang pentingnya demokrasi semakin tinggi.

Lebih lanjut, Budianto menyatakan bahwa pemilihan ini menunjukkan bahwa tukang becak dapat diatur dan dididik sesuai dengan regulasi yang ada.

Baca Juga :  Sikap Kritis Karakter Khas Wartawan Bojonegoro

‘Kami ingin merubah citra negative tukang becak selama ini. Tukang becak saat ini sadar bahwa demokrasi itu penting,” ungkapnya. 

Dalam pelaksanaan pemilihan, Budianto menerangkan bahwa panitia pemilihan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Bhabinsakamtibmas, pemerintah Kecamatan dan Kelurahan. Dengan demikian, pelaksanaan pemilihan dapat berjalanj lancar, terangnya. 

Pasca pemilihan ini, paguyuban tukang becak akan dikelola dengan lebih baik. Akan didirikan Koperasi untuk tukang becak, serta akan disusun AD/ART serta peraturan mengenai PT. BWSB. 

Berdasarkan hasil perhitungan suara, Nur Fachrudin memperoleh suara terbanyak, yaitu 234 suara.

Baca Juga :  Misteriusa Nama Anna Mu'awanah Di Akta Otentik

Sedangkan, pesaingnya yaitu Ratim mendapat 140 suara dan Rudi memperoleh 16 suara. Sementara, sebanyak 7 surat suara dinyatakan tidak sah. 

Atas hasil tersebut, Nur Fachrudin merasa bersyukur dan berterima kasih atas tanggungjawab tersebut. 

Menurutnya, pelaksanaan pemungutan suara yang lancar dan damai menjadi bukti bahwa tukang becak mampu mematuhi aturan yang ada.

Nur Fachrudin berharap para tukang becak dapat memperoleh pembinaan yang lebih dari Pemkab Tuban. Sehingga kesejahteraan tukang becak dapat lebih ditingkatkan,” harapnya.

(met)

Berita Terkait

Pengurus MWC NU Kepohbaru dan Pengurus Ranting Se- Kec. Kepohbaru Dilantik
Polres Tuban Bakal Panggil Anna Mu’awanah Terkait Dugaan Laporan Palsu Ke Polisi
Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP