oleh

Pendopo Kecamatan Tambakrejo Rusak Parah, Kayu Atap Habis Dimakan Rayap

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kondisi bangunan Kantor Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, memperihatinkan dan membahayakan masyarakat pengguna yang tengah melakujan kegiatan di pendopo.

Selain luasnya yang sempit, kondisi kayu kerangka atap bangunan sudah terlihat mulai keropos, habis dimakan rayap. Atap plafon pun banyak yang jebol dan menggantung menunggu jatuh.

Sejak dibangun pada 1993, Pendopo kecamatan itu, menurut staf Kecamatan Tambakrejo, tidak pernah ada perbaikan atau renovasi.

Baca Juga :  Ini Pesan Camat Sukosewu Dalam Acara Perades Klepek

Kondisi pendopo yang tak laysk pakai tersebut seting dikeluhkan masyarakat araupun peserta rapat yang memanfaat gedung pendopo. Mereka kawatir jika tiba-tiba atap jatuh roboh menimpa peserta rapat.

Habib, salah seirang warga yang mengikuti rapat koordinasi FOrum Kewaspadaan Dini Masyarakat di pendopo Kecamaran Tambakrejo, mengaku kawatir. Takut kalau-kalu tiang konsol yang sudah lapuk dan tinggal 25 persen dari fisik aslinya itu patah sehingga mengakibatkan peserta rapat tertimpa bangunan atap.

Baca Juga :  7 Perguruan Tinggi Terlibat Pengisian Parades Jurdil, Di Kecamatan Kanor

Sementara itu, Kasi Kesra, Kecamatan Tambakrejo, Sukandar, mengaku prihatin dengan kondisi pendopo kecamatan yang meprihatinkan tersebut.

Dikonfirmasi, Camat Tambajrejo, Sukemi, mengatakan bahwa bangunan pendopo kecamatan yang rusak tersebut sudah pernah diajukan petbaikannya ke Pemkab Bojonegoro. Namun belum ada respon dari bupati Suyoto, waktu itu.

Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Drs. Kusbiyanto, saat mewakili sambutan Bupati Bojonegoro, di Kecamaran Tambakrejo, mengatakan mudah-mudahan tahun depan ( 2019 ), pendopo tang sudah rusak dan bisa mencancam keselamatan ini segera dibangun dengan pendopo yang baru.

Baca Juga :  Kades Kepohkidul Kembalikan 68 Paket Lebaran Dari Pemkab

“Karena Ibu Bupati ( Anna Muawanah ) sendiri juga menginginkan pendopo Kecamatan setidaknya bisa menampung 200 orang. Sehingga tudak harus menyewa terop jika ada pertemuan di Kecamatan yang melibatkan banyak peserta,” ujar Kusbiyanto.

(dan)