oleh

Dewan Riset Bojonegoro : Win-win Solution Pasar Desa Ngampel dan Renovasi Pasar Kota

BOJONEGORO. Netpitu.com – Belum terbitnya ijin mendirikan bangunan pasar Desa Ngampel yang sudah dimohonkan ke kantor PTSP ( Perijinan Terpadu Satu Pintu ) Bojonegoro, mendapat tanggapan dari Dewan Riset Kabupaten Bojonegoro, Moh. Subeki.

Pengusaha Resto MCM itu menyambut gembira dengan akan dibangunnya pasar Desa Ngampel yang berlokasi dalam Kota Bojonegoro tersebut. Lantaran dengan ada pasar baru bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bojonegoro dan membangkitkan gairah investasi di Bojonegoro.

Menurut Moh. Subeki, pada 2019 nanti Pemkab Bojonegoro berencana melakukan renovasi pasar kota Bojonegoro. Tentunya saat pelaksanaan renovasi pasar dimulai dibutuhkan lokasi khusus yang dapat digunakan untuk menampung pedagang pasar agar tidak mematikan aktivitas perdagangannya.

Dewan riset melihat, pasar Desa Ngampel bisa menjadi solusi terbaik bagi Pemkab Bojonegoro untuk lokasi penampungan sementara pedagang agar aktivitas perdagangan pedagang pasar kota tak terhenti, dan masyarakat tetap bisa mendapatkan belanja kebutuhan sehari-harinya tetap terpenuhi.

“Kebetulan Pemkab akan merenovasi Pasar Kota, dibutuhkan lokasi yang tepat untuk pemindahan sementara buat pedagangnya,” ujar Moh. Subeki, Jumat, (17/5/2019).

Menurut anggota Dewan Riset Bojonegoto itu, pihak Panpel pasar Desa Ngampel bisa saja membuat bangunan bagian yang depan sebagai lokasi relokasi pedagang pasar kota. Dengan bentuk dan ukuran bangunan kios sesuai bangunan yang direncanakan dalam gambar.

Kemudian setelah selesai, kios tersebut untuk sementara bisa ditempati sementara oleh pedagang pasar kota sebagai lokasi penampungan sementara.

“Jika pembangunan renovasi pasar kota sudah jadi (selasai), mereka bisa langsung terus melanjutkan pembangunan pasar Desa Ngampel hingga selesai,” lanjut Moh. Subeki.

Dikatakan pengusaha yang merintis karier bisnisnya sejak muda ini, bahwa ada keuntungan promotive jika lokadi pasar Desa Ngampel tersebut dipergunakan sebagai tempat penampungan sementara pedagang pasar kota.

Karena secara otomatis image yang terbangun di masyarakat tempat tersebut adalah lokasi pasar tempat orang melakukan transaksi belanja kebuthhan srhari-hari.

“Ini bisa jadi salah satu faktor yang menguntungkan bagi calon pedagang yang hendak menempati pasar Ngampel tersebut,” katanya lebih lanjut.

Hanya saja, untuk memulai pelaksanaan pembangunan pasar Desa Ngampel tersebut harus lebih dulu mengantongi rekomendasi persetujuan bangun serah guna pasar Desa Ngampel dari bupati Bojonegoro sebagai persyaratan terbitnya IMB dan ijin lingkungan (HO).

Menanggapi saran rekomendasi Dewan Riset Bojonegoro itu, Kepala Desa Ngampel menyatakan tidak keberatan jika Pemkab ingin menggunakan lokasi pasar Desa Ngampel untuk penampungan sementara pedagang pasar kota dengan skema ketentuan seperti yang diungkapkan Dewan Riset Bojonegoro.

Namun sebagai persyaratan untuk bisa memulai pembangunan kios yang dibutuhkan pihak panitia pembangunan pasar Desa Ngampel meminta agar ijin mendirikan bangunan dan ijin lingkungan bisa diterbitkan terlebih dahulu. Agar mereka bisa segera bekerja menyiapkan kios dan sarana pasar lain yang dibutuhkan.

“Kami setuju saja jika ada rencana yang demikian. Tetapi untuk menyiapkan tempat yang representatif kami butuh IMB dan ijin lingkungan agar tidak melanggar ketentuan perundangan,” papar kepala Desa Ngampel, Pudjianto.

(ro)