oleh

Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Masih Relavan di Era Milenial

TUBAN. Netpitu.com – Koperasi yang dikenal sebagai lembaga ekonomi berbasis kerakyatan dan gotong royong, masih relevan dalam memainkan perannya di era globalisasi.

Hal itu disampaikan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke- 71 Tahun 2018 di Pemkab Tuban, Selasa (17/7).

Dalam usianya yang ke-71 Koperasi sebagai soko guru perekonomian, tetap eksis menunjukkan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, kata Huda, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan perlu terus mendorong upaya pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku bisnis koperasi dan UMKM, sehingga gerakan koperasi dapat memanfaatkan teknologi digital.

Dalam meningkatkan perekeonomian daerah, perlu diperhatikan perkembangan koperasi.  Saat ini perlu diterapkan prinsip koperasi secara konsisten, dan mengikuti kaidah umum dalam dunia bisnis agar koperasi semakin berdaya saing dan maju.

“Perlu sinergi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam pemberdayaan koperasi,”  ungkapnya kepada netpitu.com.

Katanya banyak hal yang menjadi upaya strategis melalui reformasi total koperasi yaitu Rehabilitasi, Reorientasi dan Pengembangan.

Untuk itu dia berharap pada peringatan hari jadi koperasi ini,  para pembina, pengurus dan pengelola, dan seluruh anggota koperasi untuk berparitipasi dalam reformasi total koperasi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

Karena koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat diharapkan mampu mengatasi permasalahan internal yang dihadapi, baik di bidang peningkatan kualitas SDM, kualitas produksi, pemasaran dan permodalan, tuturnya.

Bupati berharap, selain koperasi memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan anggotanya agar punya kualitas SDM,  dan mampu memberikan kontribusi yang positif untuk kemajuan koperasinya.

Untuk itulah pemerintah terus hadir dan berkomitmen dalam  membangun koperasi.

Terkait itu ada empat hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, memberikan kesempatan usaha yang seluas luasnya kepada koperasi.

Kedua, meningkatkan dan memantapkan kemampuan koperasi agar menjadi koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri.

Ketiga, mengupayakan tata hubungan usaha yang saling menguntungkan antara koperasi dengan badan usaha lainnya.

Sedangkan yang keempat, membudayakan koperasi ke semua lapisan masyarakat.

Mantan Ketua PCNU Tuban berharap, adanya sinergi positif antara upaya yang dilakukan oleh gerakan koperasi dan pemerintah, sehingga koperasi menjadi lebih kuat dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Termasuk pula dapat meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya.

Terkait pemanfaatan teknologi digital, Kasi Bina Usaha dan Simpan Pinjam, Dinas Perekonomian, Perindustrian dan Perdagangan Tuban, Wiwiek Widiastuti,  mengatakan, sesuai dengan perkembangan zaman pihaknya telah menghimbau agar pengelolaan koperasi yang ada di Tuban sudah menggunakan informasi technology (IT).

Khususnya, lanjut Wiwiek, dalam proses laporan keuangannya, dimana sudah terdapat aplikasi (program) untuk pelaporan neraca keuangan bagi setiap koperasi.

Dengan menggunakan IT  nantinya setiap koperasi akan melapor di Online Data System (ODS) yang langsung terhubung dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Dengan sistem itu kalau  selama tiga tahun koperasi tidak melakukan kegiatan laporan, otomatis dari pusat sudah tidak terdaftar,” pungkas Wiwik.

Dalam Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 juga dilakukannya penyerahan Mobil Operasional BAZNAS dari Bank Jatim yang langsung diserahkan oleh Direktur Ritel Konsumer dan Usaha Syariah Bank Jatim, Toni Sudjiaryanto.

(gio)