oleh

Petani Cabe Keluhkan Kurangnya Petugas Penyuluh Pertanian di Lapangan

BOJONEGORO. Netpitu.com – Menjelang berakhirnya musim kemarau tahun ini, warga Dukuh Kalipang, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, memilih tanam cabe dari pada tanam palawija, semisal jagung atau kedelai.

Sebab tanam Cabe dianggap lebih menjanjikan dengan harga jual yang mahal. Meski diakui, peraeatannya cukup rumit dan butuh kesabaran san ketelatenan dibanding tanaman lain.

Baca Juga :  KANTONG BUDAYA

Jauriyah (54), petani cabe Desa Leran, saat ditemui media ini di pematang sawahnya mengatakan tidak adanya tenaga penyuluh pertanian yang membimbing atau mendampinginya saat dirinya menanam cabe.

Padahal peran tenafa penyukuh pertanian sangat dibutuhkan agar petani bisa terhindar dari kerugian yang besar karena gagal panen.

Apalagi modal tanam Cabe relatif besar dan biaya obat-obat tanamannyapu cukup mahal.

Baca Juga :  BMP Bakal Laporkan Kadisdukcapil ke Mendagri

“Belum lagi kalau tanaman Cabe diserang hama ulatk, kami harus mencari obat dengan formula yang pas untuk mengatasi hama tersebut,” tutur Jauriyah, Rabu (17/10).

Karenanya ia berharap adanya peran serta aktif dari Dinas Pertanian agar menurunkan petugas penyuluhnya untuk membantu mengatasi pembasmian hama tersebut.

Ia pun berharap dengan program pertaniannya Bupati Bojonegoro yang baru dapat menyediakan petugas penyuluh yang dibutuhkan petani.

Baca Juga :  Ada Apa Dengan Batik Wartawan ?

(dan)