oleh

Tuban Dipilih Sebagai Lokasi Penelitian Kertelibatan Perempuan Dalam Terorisme

TUBAN. Netpitu.com – Tim pusat studi Terorisme dan Radikaliseme (CTRS) dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK- PTIK), melakukan penelitian tentang keterlibatan perempuan dalam aksi teroriseme di wilayah hukum Kabupaten Tuban.

Hal itu dikarenakan pernah ada serangan teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), di wilayah Kecamatan Jenu, Tuban pada April 2017 lalu.

Hingga akhirnya, Brimob dan Densus Antiteror 88 melakukan pengepungan dan terjadi baku tembak. Aksi baku tembak itu menewaskan enam terduga pelaku terorisme di Indonesia.

Baca Juga :  Kejar Hard Immunity, DPC Partai Golkar Bojonegoro Suntikkan 1.000 Vaksin

“Daerah yang kita pilih (studi penelitian, red) adalah wilayah yang pernah terjadi kasus peristiwa terorisme, termasuk di Tuban ini,” ungkap Ketua Tim Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme dari STIK-PTIK Kombes pol J.A Timisela, di salah satu rumah makan Tuban, Jumat, (12/10/2018).

Acara studi penelitian yang dikemas dengan seminar itu, juga menampung pendapat dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Polri, TNI, Lapas, mahasiswa, dosen, wartawan, dan beberapa pihak terkait lainnya.

Baca Juga :  Tiga Menteri Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi Di Bojonegoro

“Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme dari STIK ini baru dibentuk Juli 2018, sehingga kita langsung melakukan observasi atau pendapat dari berbagai lapisan masyarakat,” terang Kombes pol J.A Timisela.

Menurutnya, dibentuknys pusat studi ini merupakan tindak lanjut dari saran Kapolri. Sebab kasus teroris telah berjalan bertahun-tahun, tetapi pusat studi belum begitu banyak. Pusat studi pertama berada di Universitas Indonesia, dan Universitas Bhayangkara.

Baca Juga :  Ubah Bambu Menjadi Produk Bernilai Jual Tinggi

“Pusat studi ini ketiga, yang di bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian,” jelasnya.

Dengan adanya studi penelitian ini, Kombes pol J.A Timisela, mengatakan, nanti ilmu yang didapat dari hasil penelitian yang menggunakan beberapa metode bisa digunakan bagi perwira yang bersekolah di STIK.

“Salah satu metode studi yang dilakukan dengan pendekatan wawancara dan observasi, setelah itu hasilnya diseminarkan. Sehingga ditemuka pola pencegahan terorisme dan radikalisme yang baik,” pungkasnya.

(met)