Ketika Bupati Bojonegoro Langgar Aturan Sendiri

- Tim

Sabtu, 18 April 2020 - 19:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bupati Bojonegoro,Anna Muawanah, yang tengah kongkow bareng dengan beberapa perempuan di tengah melawan pandemi Covid-19 ini menjadi viral di media sosial dan jadi pergunjingan publik.

Foto bupati Bojonegoro,Anna Muawanah, yang tengah kongkow bareng dengan beberapa perempuan di tengah melawan pandemi Covid-19 ini menjadi viral di media sosial dan jadi pergunjingan publik.

Netpitu.com – Lagi-lagi aksi bupati Bojonegoro, Anna Muawanah jadi sorotan dan perbincangan publik di media sosial. Lantaran di tengah perang melawan penyebaran pandemi virus corona, bupati Anna Muawanah malah kongkow bareng dengan beberapa perempuan lainnya.

Tampak dalam foto, bupati Bojonegoro itu tengah duduk kongkow bersama dengan hidangan minuman.

Tak jelas apakah minuman yang dipesannya itu kopi, juice atau teh. Bukan minuman itu yang menjadi persoalan gunjingan. Tapi perilaku bupati yang tidak patuh terhadap aturan ketentuan social distancing ataupun psychal distancing, yang tengah dianjurkan oleh penerintah untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menyayangkan sikap arogan bupati yang tidak patuhi psychal distancing dan social distancing.

Dari foto yang beredar jarak duduk antar orang yang berkumpul nampak jelas tidak ada satu meter. Bahkan mungkin kurang dari 50 centi meter.

Baca Juga :  Memaknai Hijrah

Sementara itu dari beberapa kebijakan yang telah dibuat bupati Bojonegoro untuk mencegah penyebaran vitus corona di Bojonegoro, telah diterapkan pada masyarakat.

Petugas gabungan yang berasal dari polisi, tentara dan Satpol PP dengan kerasnya melarang masyarakat yang tengah berkumpul dalam satu tempat. Baik itu warung kopi, warung makan, ataupun warung kaki lima yang menjajakan makanan pada malam hari.

Masyarakat pun dipaksa untuk mematuhi kebijakan aturan yang telah diterbitkan oleh bupati. Tidak ada yang membantah. Masyarakatpun patuh.

Tapi bagaimana dengan bupati. Beranikah petugas itu memberi teguran ?.

Apakah kebijakan aturan untuk penanganan darurat bencana nasional Corona Viruses Disease ( Covid-19 ) juga untuk dipatuhi bupati. Atau sebaliknya, bupati bebas melanggar aturan karena ia yang membuatnya.

Baca Juga :  Dugaan Pungli NUPTK Dinas Pendidikan Bojonegoro Terjadi Pada Saat Pejabat Lama

Tidak seberapa pentingkah aturan itu sehingga bisa seenaknya dilanggar dan tidak perlu dipatuhi oleh bupati. Atau apakan karena seseorang itu menjabat sebagai bupati sehingga boleh mengabaikan ketentuan aturan social distancing atau psychal distancing dalam penanganan penecegahan Covid-19 ini.

Jika masyarakat kesal melihat tingkah polah bupati yang “mbalelo” terhadap aturan yang dibuatnya sendiri tersebut, sangatlah wajar. Karena sebelumnya bupati Bojonegoro juga melakujpkan kegiatan yang mengundang massa banyak, di balai Desa Semambung, Kecamatan Kanor.

Namun fatalnya, belum seminggu, ternyata aturan larangan berkumpul dengan banyak orang kembali dilanggar oleh bupati.

Inkonsistensi bupati inilah yang kemudian dipertanyakan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Maju Pilpres 2019 Jokowi Pilih Prof. DR. Ma'ruf Amin Sebagai Cawapres

Karena semua orang tahu, ada aturan kebijakan yang melarang berkumpul lebih dari 5 orang. Larangan mengundang atau mengadakan kegiatan yang dihadiri banyak orang.

Semua kebijakan pelarangan tersebut bertendensi untuk keselamatan kesehatan warga masyarakat di tengah merebaknya pandemi virus corona, yang kemudian juga diamini dan dipatuhi masyarakat dengan baik.

Lantas dengan adanya teladan perilaku bupati Bojonegoro, yang tidak patuhi ketentuan jaga jarak dalam kegiatan sosial sesuai protokol pencegahan wabah Covid-19 ini. Bolehkan masyarakat melanggar dan mengabaikan aturan social distancing, psychal distancing, seperti dilakukan bupati ?.

Jangan ada pembenaran ” Hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas “.

Ditulis oleh :
Edy Kuntjoro
Banteng Merah Putih Bojonegoro.

Berita Terkait

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa
Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terkait

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

GOODNEWS

Komunitas IRL Jatim Bagikan Takjil di Bojonegoro

Minggu, 31 Mar 2024 - 12:29

BERITA

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 23 Mar 2024 - 14:00