oleh

Cegah Dini Terjadinya Laka Lantas Polres Tuban Perbanyak Pasang Rambu Jalan

TUBAN. Netpitu.com – Polres Tuban terus berupaya maksimal untuk menekan angka kecelakaan dengan cara memaasang rambu -rambu lalu lintas disejumlah titik disepanjang jalan jalur pantura. 

“Kita juga memasang di lokasi Laka lantas mengerikan Mini Bus Elf pada hari Minggu dini hari, 06/05/2018 ( klik berita ini 

Minibus Elf Hantam Trailler, 3 Tewas di TKP dan 10 Orang Luka-luka jalan Tuban-Bancar Kilo Meter, 18-19, masuk DesaTemaji, Kecamatan Jenu,” )

“Pemasangan ini kurang lebih sudah terpasang 25 papan himbauan Kamseltibcarlantas”, ungkap Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar, S.H, Kamis sore, (17/05/2018) kepada Netpitu.com.

Menurutnya pemasangan ini bermaksud untuk menekan angka laka lantas di titik-titik keramaian serta Berharap agar masyarakat untuk lebih hati hati dan mawas diri. 

Dari data yang didapat media ini sejak bulan Januari sampai dengan per tanggal 16 mei 2018 Jumlah Laka  Lantas di wilayah lalu lintas Polres Tuban sedikitnya ada 405 kasus kejadian Laka Lantas.

“Korban yang meninggal dunia mencapai 76 orang, luka berat hingga 11orang dan yang mengalami luka ringan sebanyak 561,” paparnya.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, SH, S.I.K, M.Si kala dikonfirmasi wartawan ini mengatakan, Satlantas Polres Tuban sendini mungkin berupaya kepada pengemudi baik itu roda dua maupun roda  empat dan lainnya pada titik rawan adanya kondisi berbahaya dan berpotensi Laka Lantas, agar para pengemudi berhati-hati dalam menjalankan kendaraannya. 

“Lebih-lebih juga pemasangan  rambu-rambu ini yang mengingatkan agar jika pengemudi mengantuk untuk segera menepi,” kilahnya.

Selain berfungsi sebagai tanda peringatan, larangan, perintah atau petunjuk bagi pemakai jalan. 

Kapolres ini menandaskan agenda pemasangan rambu-rambu lalu lintas tersebut juga dalam rangka antisipasi arus mudik awal liburan puasa dan pasca saat liburan lebaran nanti.

Selain berfungsi tersebut, petinggi nomer satu di jajaran  Mapolres Tuban ini adalah mengatur kendaraan, kapan harus berhenti, kapan harus bersiap – siap dan kapan harus berjalan.

Akibat banyaknya angka kecelakaan dalam periode selama lima bulan kerugian materi yang dialami korban mencapai Rp.1.309.400.000,-.

(gio)