Sidang Korupsi Mantan Kades Rahayu, Saksi : Saya Hanya Dijadikan Jonggol

- Team

Senin, 18 Mei 2020 - 17:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Hadir sebagai saksi pada persidangan ke 5, kasus dugaan korupsi APBDes Rahayu, Kec. Soko, Kab. Tuban, mantan Sekretaris Desa Rahayu, Dasim, yang kini menjadi staf di kantor Kecamatan Soko, menyatakan uang untuk pengadaan meubeler yang dianggarkan Rp. 35 juta dalam APBDes Rahayu tahun anggaran 2017, tidak pernah dibelikan barang (meubeler).

Menurut Dasim, anggaran keuangan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa tersebut tidak direalisasikan belanjanya, tetapi uangnya dibawa sendiri oleh terdakwa, Sukisno, mantan Kades Rahayu, periode 2013 – 2019.

Dasim dimintai kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Surabaya, dengan majelis hakim yang diketuai oleh Dede Suryawan, SH, MH. pada Kamis, (14/06/2030). Hadir dalam.perdidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan negeri Tuban, Radityo, SH, dan Palupi Wulandari, SH. Selain Dasim, hadir pula 6 saksi lainnya, terdakwa Sukisno dan penasehat hukumnya.

“Penggunaan anggaran di APBDes tahun 2017 khususnya anggaran untuk pengadaan meubelair Rp 35 juta yang berasal dari ADD tidak direalisasikan dan uangnya dibawa terdakwa ( Sukisno ),” jelas Dasim, saat ditanya majelis hakim Pengadilan Tipikor, Surabaya, Kamis, (14/05/2020).

Selain uang meubeler, kata Dasim, uang hasil lelang TKD tahun 2017 ada sebesar Rp 150,9 juta, namun yang dimasukkan ke Kas Desa hanya Rp.73,6 juta. Sedangkan sisanya Rp. 77,6 juta dibawa terdakwa Sukisno, ungkap Dasim di depan majelis hakim.

Sementara itu, ketua BPD Desa Rahayu, Kamsiadi, yang juga dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan korupsi mantan Kades Rahayu, Sukisno, menjelaskan;
Bahwa uang pendapatan Desa tahun 2017 dan 2018 yang tidak dimasukkan ke rekening Desa, diantaranya hasil lelang TKD tahun 2017 Rp 63,1 juta, hasil lelang TKD tahun 2018
Rp 42.350.000, dan hasil sewa TKD yang dilalui pipa sebesar kurang lebih Rp.60.014.198,-.

Baca Juga :  Tiga Bupati Bojonegoro, Direktur PT. SER dan Direktur PT. ADS Dilaporkan ke KPK

Tak hanya itu, yang mengagetkan adalah pernyataan Sauji, ketua Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) pembangunan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), saat memberikan kesaksiannya di hadapan majelis persidangan Tipikor, Surabaya.

Kepada majelis hakim, Sauji, mengatakan bahwa sebagai ketua pembangunan ia mengaku hanya sebagai Jonggol dan hanya diminta melakukan tanda tangan saja sesuai perintah Kades. Soal pengelolaan keuangan dirinya mengaku tidak mengetahuinya.

” Yang tahu keuangannya, hanya Kades ( Sukisno) dan bendahara,” ungkap Sauji.

Sementara itu, disampaikan oleh KY. Ahmad Munif, ( tim pelaksana kegiatan pembangunan TPQ dan pemilik Yayasan TPQ), bahwa anggaran pembangunan gedung TPQ yang dianggarkan dari Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 157 juta, namun yang diberikan oleh terdakwa hingga sekarang ini hanya Rp 90 juta.

Baca Juga :  Meski Tersangka Korupsi E- KTP, Setyo Novanto Tetap Jabat Ketum Golkar

Selanjutnya Sauji dan Ky. Ahmad Munif, mengatakan pembangunan TPQ sekarang sudah selesai 100 persen. Tetapi sebagian uang yang digunakan membangun uang dari swadaya masyarakat yang berjumlah 54.932.000,-.

Sidang selanjutnya akan digelar pada 4 Juni 2020. Pada sidang berikutnya, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Tuban, berencana menghadirkan 3 orang saksi, ketua lelang TKD, bendahara dan Sumari.

Diberitakan sebelumnya, mantan Kades Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, diduga telah melakukan korupsi APBDes Rahayu tahun anggaran 2017 – 2018, dengan kerugian keuangan negara sekitar Rp. 267 juta.

(ro)

Berita Terkait

Kejaksaan Bojonegoro Tahan 4 Kades Tersangka Korupsi BKKD Nek Kecamatan Padangan
Dugaan Korupsi Praoto Siaga, Kejaksaan Bojonegoro Ijek Mumet Goleki Tersangka Utama
Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:57

Polres Tuban Bakal Panggil Anna Mu’awanah Terkait Dugaan Laporan Palsu Ke Polisi

Kamis, 13 Juni 2024 - 02:53

Job Fair SMKN 1 Bojonegoro Sukses Jaring 1.217 Orang Pelamar Kerja

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:03

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Senin, 10 Juni 2024 - 13:16

Diikuti 44 Didu dan PT, SMKN 1 Bojonegoro Mulai 11 – 13 Juni Gelar Job Fair Untuk Umum

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32