oleh

401 Tenaga Pendukung Pelayanan Kesehatan Dapat SK

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sebanyak 401 orang tenaga pendukung pelayanan kesehatan mendapatan SK. Ke 401 orang itu terdiri dari bidan, perawat, Sarjana Kesehatan Masyarakat, analis kesehatan, rekam medis, sanitasi, farmasi, ahli gizi, penjaga malam, sopir ambulance, cleaning service, tenaga administrasi, Senin, (17/12).

Dalam pengarahannya Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, mengatakan bahwa rangkaian pelayanan kesehatan tidak boleh putus. Karena ini merupakan bagian fital karena menyangkut nyawa seseorang.

Baca Juga :  Dihantam Ombak Sungai Bengawan Solo Perahu Penyeberangan Penumpang Terguling

Karenanya dalam memberikan pelayanan kesehatan harus selalu bersikap ramah dan murah senyum. Tidak meninggalkan pos kerja sebelum rekan kerja datang untuk melakukan ganti shift kerja. Selalu menjaga kebersihan dan melaksanakan hidup sehat.

Sebagai asisten pelayanan kesehatan adik-adik ini harus sehat terlebih dahulu, melaksanakan hidup sehat, harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat jangan membuang sampah sembarangan.

Baca Juga :  Kawal Suksesi Di DPC PPP Bojonegoro, Kyai dan Ulama Inginkan Pemimpin Yang Tangguh dan Mumpuni

Keberhasilan Indeks Pembangunan masyarakat memiliki 3 faktor, salah satunya adalah sektor kesehatan. Di sektor kesehatan ini peran adik-adik sangat penting, pemkab menaruh harapan untuk bisa membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Ninik Sumarni, SKM, MMKes menyampaikan bahwa Puskesmas merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Maka dari itu puskesmas dituntut memberikan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.

Puskesmas di Bojonegoro ini dalam memberikan pelayanan masih kekurangan sumber daya tenaga baik secara kualitas maupun kuantitas. Maka dari itu kita memberdayakan lulusan kesehatan yang banyak di Bojonegoro untuk menjadi tenaga magang.

Baca Juga :  Bikin Film " Sumpah Pemuda " SMP Negeri I Kapas Raih Juara 1

Dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi, wawasan dan ketrampilan sebagai tenaga kesehatan. Selain itu juga untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di puskemas sesuai tuntutan masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan 24 jam.

(dan)