Mantan Kades Rahayu, Sukisno Dibui Karena Korupsi

- Team

Kamis, 19 Maret 2020 - 15:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Mantan Kepala Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Sukisno, akhirnya mendekam dibui Lembaga Pemasyarakatan II B Tuban. Setelah penyidik unit Tipikor Satreskrim Polres Tuban menyerahkan berkas perkara dugaan korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2017, 2018 Desa Rahayu tahap 2 (P21)
ke penuntut umum, Kejaksaan negeri Tuban, Senin (16/03/2020).

Penahanan dilakukan setelah berkas penyidikan sudah dinyatakan P 21 dan dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum.

Sukisno, mantan Kades Desa Rahayu periode 2013 – 2019, diduga telah menggelapkan Dana Desa (DD) yang bersumber dari pemerintah pusat dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemkab Tuban serta menggelapkan keuangan Desa yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes). Akibat perbuatan tersangka negara dirugikan sekitar Rp. 267 juta.

“Penahanan berdasar surat perintah penahanan Kajari Tuban nomor : Prin-441/M.5.33.4/Ft.1/03/2020, untuk masa penahanan 20 hari ke depan,” terang Kasi Intel Kejari Tuban, Windhu Sugiarto, yang dikutip dari media lokal Tuban.

Baca Juga :  Syamsul Hadi Hari Ini Jalani Pemeriksaan Kejaksaan. Akankah Langsung Ditahan..?

Tersangka (Sukisno) dijerat dengan Pasal 1 Jo Pasal 2 Undang-undang No. 31 tahun 1999 segaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Lebih lanjut dikatakan Windhu, mengatakan jaksa penuntut umum Kejaksaan negeri Tuban akan menyusun berkas dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

“Setelah lengkap akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” jelas Windhu.

Sementara itu, Budiono warga Desa Rahayu, yang dikonfirmasi melalui selulernya berharap kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kades Rahayu tersebut bisa segera disidangkan.

Baca Juga :  Waketum PAN Ditahan KPK

Ia juga berharap majelis hakim pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis sepadan dengan perbuatan tersangka yang telah menyebabkan kerugian negara dan masyarakat Desa Rahayu.

“Harusnya sebagai Kades bekerja untuk masyarakat Desa sesuai sumpah jabatannya, bukannya malah korupsi keuangan negara yang diperuntukkan untuk membangun desa. Kalau begini yang rugi kan rakyat dan negara,” ungkap Budiono.

“Mohon jaksa penuntut umum untuk menuntut seberat-beratnya,” harap  Budiono pada JPU.

(rd)

Berita Terkait

Kejaksaan Bojonegoro Tahan 4 Kades Tersangka Korupsi BKKD Nek Kecamatan Padangan
Dugaan Korupsi Praoto Siaga, Kejaksaan Bojonegoro Ijek Mumet Goleki Tersangka Utama
Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru