oleh

Cegah Kebakaran Hutan KPH Tuban Gelar Apel Siaga

TUBAN. Netpitu.com – Untuk menekan gangguan keamanan hutan terutama mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan saat musim kemarau, Perum Perhutani KPH Tuban menggelar Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Tahun 2019, di Petak 4B RPH Sigagak,BKPH Sundulan, Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri Kapolsek Plumpang, AKP Budi Frihanto, selaku perwakilan dari Polres Tuban, Kasdim 0811 Tuban, Mayor Arh Teguh Prasetyo Wasis, selaku perwakilan dari Kodim 0811 Tuban, serta puluhan anggota dari jajaran Mandor Polter dari Perhutani KPH Tuban. Jumat, (19/07/2019).

Baca Juga :  SKln Dan IOF Pengcab Bojonegoro Berbagi 530 Paket Ramadhan

Administratur KPH Perhutani Tuban, Tulus Budyadi dalam sambutannya mengatakan, Apel Siaga Dalkarhutla ini dimaksudkan untuk menyamakan langkah serta menyatukan tekad untuk bersinergi dalam menanggulangi jika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk setiap menangani kebakaran hutan dan lahan tidak dapat kita lakukan sendiri, melainkan harus dilakukan bersama secara sinergis oleh semua pihak dari pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Lembaga Tehnis, BPBD, DLH, Polres dan Kodim,” kata Adm Perhutani Tuban.

Baca Juga :  KAI Sediakan Layanan Test Covid GeNose di Stasiun Bojonegoro

Hal tersebut sejalan dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Nomor 32 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Ia menjelaskan bahwa, pada tahun 2018 lalu, diwilayah yang dimanagerinya tersebut telah terjadi sebanyak 8 kali kebakaran, namun pada musim kemarau tahun 2019 ini belum ada informasi atau data yang masuk perihal kebakaran hutan Ke Tim Dalkarhutla.

“Data kami untuk tahun ini belum ada kebakaran,” terang pria kelahiran Kabupaten Blora Jawa Tengah itu.

Baca Juga :  Sedulur Silat Bojonegoro Bareng Bagikan Takjil Pada Pengguna Jalan

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tuban, Lamongan dan Gresik, agar setiap kali akan melakukan pengelolaan lahannya tidak membuat api atau membakar bekas tanaman pertanian serta ranting pohon dikawasan hutan.

“Kami berharap masyarakat lebih peduli dengan wilayah hutan ini, khususnya dalam pengendalian kebakaran hutan,” pungkasnya.

Sementara itu dalam kegiatan tersebut secara simbolis ada penyerahan beberapa peralatan penanganan pemadaman api yang diberikan kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngimbang Makmur dan Mandor setempat.

(met)