Bojonegoro Jadi Pilot Project Sibat di Jatim

- Team

Selasa, 19 Desember 2017 - 14:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana utamanya yang berada di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dan penyerahan tanggungjawab berkelanjutan. Rapat yang berlangsung di Griya Dharma Kusuma, Selasa (19/12).

Acara yang mengusung tema program masyarakat tangguh banjir dari PMI Kabupaten Bojonegoro ke Pemerintah Daerah. Diawali dengan pemaparan tentang Sibat yang disampaikan oleh Sekretaris PMI Cabang Bojonegoro, Suko Widodo.

Baca Juga :  SMAN 1 Jatirogo Juarai Olimpiade Ekonomi STIEKIA

Dijelaskan bahwa sibat ini sudah ada di 4 Kecamatan yakni Kecamatan Balen di Desa Pilanggedha, Sarirejo dan Mulyorejo. Di Desa Ngablak Kecamatan Dander, Desa Banjarejo Kecamatan Bojonegoro. Sedangkan untuk di Kecamatan Trucuk di Desa Trucuk, Sumbangtimun dan Tulungrejo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suko Widodo menjelaskan beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pembuatan Perdes tentang kebencanaan, sosialisasi PHBS kepada siswa dan pelajar, pengolahan sampah rumah tangga dan pelatihan lain lain.

Baca Juga :  Bocah Umur 9 Tahun Positif Corona

Menurut Suko di 3 Kecamatan yakbu Balen, Dander dan Bojonegoro sudah terdapat 3 perahu yang bisa digunakan untuk evakuasi. Dan saat ini tiga desa di Kecamatan Trucuk yang menjadi proyek Sibat .

Sedang menurut Mardikun dari PMI Cabang Bojonegoro, program ini sudah berjalan 3 tahun dan sudah selesai, selanjutya akan diserahkan ke masyarakat, sehingga keberlanjutan program ini setelah diserahkan masyarakat akan mewujudkan masyarakat tangguh bencana.

Baca Juga :  Kluster Widang Bertambah 5 Pesien Terkonfirmasi Positif

Sementara itu Edi Purwinanto dari PMI Jawa Timur mengataan Desa tangguh itu diindikasikan dengan memiliki ketahanan untuk berbuat, kebersamaan dan keberlanjutan.

Lebih lanjut dikatakan, Bojonegoro menjadi pilot project sibat di Jatim. Oleh karenanya Sibat harus senantiasa bergerak dengan pengembangan model pembangunan desa berwawasan bencana dan memiliki ketahanan. Meski pendanaan telah berhenti, namun akan terus eksis dan berlanjut ditengah masyarakat.

(dan)

Berita Terkait

LHP BPK Kab. Bojonegoro Sudah Diserahkan Ke Ketua DPRD Tapi Tak Dibagikan Pada Anggota
16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan
Hoax Kabar Penghentian Hibah BKD Dari KPK
Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Kementerian PAN RB Lakukan Rakor Online
Miris, Masih Ada Jalan Poros Desa Berlumpur di Bojonegoro
Wartawan Bojonegoro Unjuk Rasa di Depan Mapolres, Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
PDIP : Pemkab Harus Berikan Solusi Soal Kelambatan Pencairan ADD
Duh, 53 Desa Di Bojonegoro Belum Mengajukan Pencairan ADD., Ada Apa ?