Bupati Anna Muawanah Sambangi Kantor Statistik

- Team

Rabu, 19 Desember 2018 - 11:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Muawanah, saat sambang di Kantor Badan Pusat Statistik Bojonegoro. Rabu, (19/12).

Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Muawanah, saat sambang di Kantor Badan Pusat Statistik Bojonegoro. Rabu, (19/12).

BOJONEGORO. Netpitu.com – Berkunjung ke kantaor Badan Pusat Statistik ( BPS ) Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Muawanah, bersama Pj. Sekda Bojonegoro, Yayan Rohman, dan Kepala Bappeda Bojonegoro, melakukan silaturahmi dengan pejabat yang bertugas di kantor BPS, Rabu, (19/12).

Kepala BPS Bojonegoro Abdul Jamil, menyampaikan bahwa terima kasih kepada Bupati Bojonegoro yang telah sudi datang langsung ke kantor BPS Bojonegoro.

BPS selalu mendukung program Pemkab Bojonegoro untuk selalu menyajikan data-data yang dibutuhkan untuk pengambilan kebijakan. Namun dalam melakukan survei untuk mengumpulkan data BPS mengalami kendala-kendala diantaranya adala lokasi daerah yang begitu luas, infrastruktur jalan yang belum memadai, dan belum adanya jaringan listrik di beberapa daerah di pelosok Bojonegoro.

Hal inilah yang membuat BPS merasa kesulitan. Karena dalam mengumpulkan data BPS sesuai dengan blok sensus. Dimana dalam blok sensus tersebut ada daerah yang bisa dilalui akses kendaran dan ada juga yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.

Selain itu BPS juga minta untuk bisa silaturahmi dengan pemkab Bojonegoro. Salah satunya dengan diijinkan mengikuti apel 1 bulan sekali di Pemkab Bojonegoro.

Menanggapi pernyataan Kepala BPS, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, menjelaskan bahwa dalam melakukan survei BPS merasa kesulitan karena terkendala infrastruktu jalan yang rusak.

Baca Juga :  Netpitu.com Nyatakan Ada Bukti Wawancara Dengan Nursajianto, Keluarga Korban Laka Gowes Bojonegoro Nglenyer

Pemkab Bojonegoro dalam membangun infrastruktur jalan juga mengalami kendala dimana tanah di Bojonegoro ini adalah tanah gerak, sehingga perlu adanya pembangunan serius.

Selain itu kita juga mengalami hambatan adalah karena sebagian besar wilayah kita adalah hutan, sehingga kita mengalami hambatan dalam pembangunan karena lokasinya berada dalam kawasan Perhutani dan perlu ijin yang cukup lama.

Kita juga sudah melakukan komunikasi kepada Perhutani dan juga Kementerian Kehutanan untuk bisa membangun masyarakat Bojonegoro yang ada di dalam hutan. Jangan hal tersebut dijadikan hambatan kita harus bisa mendekatkan.

Baca Juga :  Berburu Rekom PPP di Pilkada Tuban, Eko Wahyudi Mainkan Kartu Kosong

Anna juga menyampaikan bahwa dalam pembangunan apapun harus berbasis data. BPS merupakan lembaga yang diakui dan diberi amanat UU untuk menyajikan data.

Dimana penyajian datanya berupa data ekonomi, pertanian, tingkat kemiskinan, kesehatan, pendidikan, jumlah rasio jenis kelamin dan lain- lain.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada BPS karena telah membuka informasi lengkap kepada Pemkab Bojonegoro. Karena dengan informasi yang lengkap Pemkab bisa mengambil langkah-langkah untuk membuat program dan kebijakan yang bisa mengatasi kemiskinan yang ada.

Sehingga dengan kebijakan tersebut kita bisa menurunkan ingkat kemiskinan 1,5 persen – 2 persen.

(bar/dan)

Berita Terkait

Pengurus MWC NU Kepohbaru dan Pengurus Ranting Se- Kec. Kepohbaru Dilantik
Polres Tuban Bakal Panggil Anna Mu’awanah Terkait Dugaan Laporan Palsu Ke Polisi
Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP