Kunjungi Bojonegoro Emil Dardak Susuri Bengawan Solo

- Team

Rabu, 20 Februari 2019 - 21:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungi Kabupaten Bojonegoro, Wagub Jatim, Emil Dardak, susuri Sungai Bengawan Solo, melihat kondisi kerusakan lingkungan sungai terpanjang di Jawa ini, akibat penambangan pasir liar dan pembuangan sampah. Selasa, (19/2/2019).

Kunjungi Kabupaten Bojonegoro, Wagub Jatim, Emil Dardak, susuri Sungai Bengawan Solo, melihat kondisi kerusakan lingkungan sungai terpanjang di Jawa ini, akibat penambangan pasir liar dan pembuangan sampah. Selasa, (19/2/2019).

BOJONEGORO. Netpitu.com – Bojonegoro menjadi Kabupaten pertama yang dikunjungi Emil Dardak, pasca dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa timur. Dikabupaten paling ujung barat wilayah Jatim ini, Emil Dardak melakukan kunjungan ke kantor Bakowil, SMKN 5 dan melihat kondisi perairan sungai Bengawan Solo.

Didampingi Bupati Bojonegoro Hj. Anna Muawanah, Kepala Bakorwil Abimanyu, Forpimda, dan BBWS, Emil Dardak menaiki perahu menyusuri Sungai Bengawan Solo mulai dari Desa Panjunan, hingga Bendung gerak Desa Ringinrejo, yang ke semuanya berada di wilayah Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Baca Juga :  RPJMD Pemkab Tuban Selaras Dengan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jatim

Tinjauan ke lapangan ( Bengawan Solo ) ini, menurut Wagub Jatim, Emil Dardak, untuk mengetahui secara pasti bagaimana kondisi sepanjang sungai Bengawan Solo. Setelah itu pihak Pemprov dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan melakukan pendataan apa saja yang menjadi masalah di sungai terjang di Jawa ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan fokus melihat ke beberapa titik di lapangan untuk dijadikan sempel yang akan kami catat dan cocokan datanya. Setelah itu baru bisa disimpulkan tindakan apa yang akan kami lakukan untuk antisipasi kerusakan lingkungan dan bencana di sungai Bengawan Solo,” kata Emil.

Baca Juga :  Sikapi Carut Marut Pengisian Perangkat Desa Aktivis Kampus Gelar Aksi

Dalam rangka memenuhi hal tersebut, Pemerintah Provinsi akan membantu dengan mensinkronkan program dari Kementerian, BBWS, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegor.

Setelah mengetahui problem secara pastim, masih menurut Emil Dardak, di 99 hari kerjanya ada keberhasilan dalam penanganan kerusakan lingkungan sungai Brantas, melalui relawan jogo kali.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Tekankan Dana Desa Untuk Pengentasan Kemiskinan

“Kami mendapatkan laporan kalau banyak sampah di sungai, kemudian Gubernur melakukan pengecekan secara langsung, dan ternyata informasi tersebut benar. Kemudian kami melakukan beberapa tindakan, di antaranya dengan memasang CCTV di setiap jembatan, agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai lagi,” terang dia.

Emil mengaharapkan masayarakat mulai sekarang jangan buang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah di Bengawan Solo ini

(dan)

Berita Terkait

LHP BPK Kab. Bojonegoro Sudah Diserahkan Ke Ketua DPRD Tapi Tak Dibagikan Pada Anggota
16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan
Hoax Kabar Penghentian Hibah BKD Dari KPK
Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Kementerian PAN RB Lakukan Rakor Online
Miris, Masih Ada Jalan Poros Desa Berlumpur di Bojonegoro
PDIP : Pemkab Harus Berikan Solusi Soal Kelambatan Pencairan ADD
Duh, 53 Desa Di Bojonegoro Belum Mengajukan Pencairan ADD., Ada Apa ?
Duh… Belum Terima Gaji Bulan Maret, ASN Dinas Sosial Bingung Cari Talangan