oleh

Uji Coba Padi Beras Merah di Gayam Tanpa Pupuk Kimia

Netizensatu.com – Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro dalam waktu dekat akan uji coba budidaya padi merah di Kecamatan Gayam. Uji coba ini menyusul adanya peluang penjualan beras merah yang masih terbuka lebar. Tidak hanya itu, budidaya padi merah juga lebih menguntungkan karena harganya lebih mahal.

Salim manager Jaringan dan Pengembangan Usaha PIB Bojonegoro mengatakan, pengembangan beras merah merupakan bentuk diversifikasi produk pertanian padi. Dalam perspektif bisnis, petani harus mulai diajak untuk menghasilkan produk pertanian padi yang berbeda dari yang selama ini ada. Hal ini untuk memastikan agar petani tidak mengalami kerugian saat panen raya tiba.

Menurut Salim, peluang pemasaran beras merah saat ini mulai terbuka lebar. Beras merah tidak lagi sekedar untuk pakan ternak. Lebih dari itu, beras merah sudah mulai banyak dikonsumsi masyarakat dengan alasan kesehatan dan kebutuhan akan kandungan nutrisi.

“Hasil uji coba itu nantinya akan kami jual ke Jakarta dalam bentuk kering lumbung. Penjualan ini juga sekaligus sebagai uji coba penjajakan pasar. Jika pasar terbuka, maka kami akan kembangkan untuk masyarakat petani di sekitar kecamatan Gayam,” ujar Salim (20/04/07)

Arifin manager Riset dan Training PIB Bojonegoro, menjelaskan bahwa uji coba akan dimulai musim tanam saat ini. Untuk sementara, demplot akan menggunakan lahan seluas 1,5 hektar dengan perlakuan alami atau tidak menggunakan pestisida kimia.

Lebih lanjut dikatakan,  uji coba ini untuk menemukan standart operasional prosedur budidaya padi merah yang sesuai dengan kondisi di Kecamatan Gayam.

Menurut Arifin, hasil uji coba tersebut nantinya akan dibakukan sebagai modul pelatihan.

Diharapkan kedepan PIB akan mampu memberikan pelatihan peningkatan kemampuan petani dalam budidaya padi merah.

” Dari hasil uji coba ini dapat diketahui perbandingan keuntungan petani jika dibandingan dengan budidaya padi beras putih,” tambahnya.

(Zin)