Pro Kontra Film G30-S PKI

- Team

Rabu, 20 September 2017 - 01:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Kang Joko

Pasca Pilgub DKI JKT yg baru lalu setelah berhasil menumbangkan AHOK tersisa harapan sebagian Komunal  ingin menumbangkan rezim Jokowi dengan isu Komunis.

Saat ini terasa benar semua yang berbau paham terlarang itu  dijadikan komoditi politik untuk membuka pintu grudak gruduk bengak bengok di jalan cenderung anarkhis dengan meyakinkan kebencian terhadap rezim yang ada saat ini.

Meskipun isu paham komunis itu sejatinya sudah tidak laku. Rusia China Kuba sudah bergeser ke kapitalis.

Sedangkan Korea Utara bukan komunis yang saat ini dipertontonkan tetapi pemerintahan otoriter yang bengis provokatif anti kemanusiaan dengan atraksi atraksi rudal balistiknya.

Jelas FILM G30S PKI produk seni peran era orde baru itu memberi catatan positif sekaligus negatifnya.

positif : agar tidak lagi bangsa kita mudah terpecah belah oleh paham yang biadab bagi yang pro.

Baca Juga :  Jokowi Sholat Id dan Blusukan ke Kampung Temui Warga Sukabumi

negatif : film dengan adegan kekerasan dan militeristik jelas membuat psikologi anak menjadi trauma. Tidak baik untuk perkembangan mental anak-anak belum lagi menurut yang kontra film itu adalah legitimasi rezim orde baru.

Dunia ini sudah memberi pelajaran buat kita semua bahwa paham Komunis itu tidak bisa mengantarkan kehidupan manusia menjadi bangsa yang langgeng, sejahtera bagi rakyatnya.

Baca Juga :  Gempa 6,4 Guncang Bumi Jawa timur

Sudahlah kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap menjunjung tinggi TAP MPRS NO 25 TH 1966 melarang paham Komunis tidak perlu lagi sibuk membicarakan ancaman hantu. Justru ancaman yang sesungguhnya adalah rusaknya mental dengan kasus-kasus Narkoba Korupsi Perdagangan Manusia Ketidakadilan Hukum dan sebagainya.

Semoga Pro Kontra FILM G30S PKI tidak berlanjut ricuh sampai ke Pilpres 2019.

Semoga.

Salam Kang Joko

Berita Terkait

Copras – Capres 2024
Tampil Unik Peserta Lomba Nyanyi Lagu Kenangan Ini Dapat Hadiah Dadakan
Wartawan Bojonegoro Unjuk Rasa di Depan Mapolres, Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
Pers Pencasila dan Jurnalisme Patriotik
PKL Berbasis Proyek Solusi Alternatif Di Masa Pandemi Untuk SMK
Trend Penularan Covid19 di Bojonegoro Terus Meningkat, Tenaga Kesehatan Disasar
Opini : Kebijakan Satu Pintu di Kantor Disdik Bojonegoro. Apa Maksudnya ?
Terapkan PSBB, Bojonegoro Kembali Berlakukan Jam Malam

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03