oleh

Sastra Plataran Pecah Keheningan Langit Temayang

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sastra Plataran, Rabu (19/9) malam kemarin, kembali membelah langit Bojonegoro. Kali ini giliran warga di sekitar Kecamatan Temayang yang menikmati sajian pembacaan puisi dan musik suguhan Sastra Plataran, program roadshow September 2017.

Menariknya, audien sastra plataran kali ini adalah tamu yang sengaja diundang dalam hajatan (kenduri) mantu kiai Syamsuddin, Desa Temayang.

Tentu saja, suguhan seni baca puisi dan musik ini menjadi sesuatu yang berbeda dan unik dihadapan para tamu yang hadir.

Bagaimana tidak, jika biasanya para tamu kondangan (kenduri) langsung diajak membacakan ayat-ayat suci Al Qur’an namun kini mereka langsung disuguhi lantunan lagu-lagu religi dan hentakan-hentakan vokal pembacaan puisi yang dilakukan oleh seniman-seniman Bojonegoro, diantaranya Arieyoko, Edy Kuntjoro, Fauzi, Totot dan Safari.

Sederet puisi karya KH. Musthafa Bisyri, WS. Rendra, Emha Ainun Jajib dan Arieyoko mewarnai aksi panggung malam itu.

Meski Sastra Plataran malam itu hadir dalam panggung hajatan pengantin namun tidak mengurangi materi-materi puisi yang dibacakannya.

Menurut Edy Kuntjoro, Sastra Plataran adalah produk kesenian kerja bareng anatara Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Kelompok Seniman Bojonegoro (KSMB).

Di panggung Sastra Plataran seniman-seniman Bojonegoro ini melkukan syiar anti radikalisme dan melawan ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dalam sosial kehidupan masyarakat. Terutama yang berbau SARA, hoax, hujatan kebencian yang akhir-akhir ini dijadikan alat untuk memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, bahkan meski seagama.

“ Jadi jelas apa yang menjadi misi sastra plataran. Kita ingin membangun akhlaq manusia sebagimana diajarkan oleh agama atau Al Qur’an dan Hadist dalam Islam. Kita juga ingin membangun manusia yang berbudaya sebagaimana diajarkan oleh nenek moyang kita, dan lingkungan alam dimana kita lahir, hidup, bekerja, dan mati. Intinya kita menyebar benih kebaikan seperti yang diajar baginda Rasul Nabi Muhammad SAW,” ujar Edy Kuntjoro.

(Amr)