Beoperasi Tanpa Ijin, Satpol PP Akan Tindak Tegas PT Clarian Indonesia

- Team

Kamis, 20 September 2018 - 15:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Satpol PP Pemkab Bojonegoro, akan menertibkan adanya usaha penyimpanan bahan kimia yang dimiliki PT Clarian Indonesia selaku mitra kerja MCL ExxonMobil. Diketahui penyimpanan itu berlokasi di pinggiran jalan Bojonegoro – Cepu, tepatnya di Desa Cengungklung Kecamatan Gayam Bojonegoro.

Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro Gunawan, mengatakan telah memperoleh informasi tentang tak berijinnya tempat penyimpanan barang berbahaya tersebut Bahkan lokasi penyimpanannya menggunakan lokasi di tanah persawahan dan dekat pemukiman warga.

“Kita akan cek dan tertibkan berdasarkan laporan karena ini sangat mengganggu kenyamanan warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi penyimpanan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengaku akan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Bojonegoro, diketahuinya DPMPTSP menyebutkan MCL ExxonMobil maupun pihak kontraktor tidak mengantongi ijin.

Baca Juga :  Sejumlah Anggota Dewan Nyatakan Tak Jual Proyek Pokir

Seharusnya usaha tersebut mengurus ijin dan apabila tidak sangat merugikan Bojonegoro, diketahui informasinya bidang bahan kimia itu tidak memiliki sejumlah ijin.

Diantaranya ijin mendirikan bangunan (IMB), ijin lingkungan, ijin usaha industri, ijin penampungan sementara limbah dan ijin penampungan limbah cair. Tidak diurusnya ijin yang dimaksudnya, berarti ada pengabaian Peraturan Daerah (Perda)Nomor 16 Tahun 2011 tentang IMB. Termasuk mengabaikan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32 Tahun 2017.

Sebelumnya diberitakan, Mobil Cepu Limeted (MCL) ExxonMobil, selaku pihak berkepentingan untuk produksi minyak mentah dari Lapangan Blok Cepu Bojonegoro, belum lama ini menggandeng PT Clarian Indonesia selaku kontraktor yang berusaha di bidang bahan kimia, yang penyimpanan bahan berbahaya itu berdiri di Desa Cengungklung Kecamatan Gayam Bojonegoro.

Baca Juga :  OTT KPK Ketua PT Sulut dan Anggota DPR Jadi Tersangka

Ternyata dari keterangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Bojonegoro, Kamis (20/09/2018) menyebutkan MCL ExxonMobil maupun pihak kontraktor tidak mengantongi ijin.”Seharusnya mereka mengurus ijinnya dan ini sangat merugikan Bojonegoro,” kata Plt DPMPTSP Pemkab Bojonegoro Mudji.

Dijelaskannya, seharusnya usaha di bidang bahan kimia memiliki sejumlah ijin. Diantaranya ijin mendirikan bangunan (IMB), ijin lingkungan, ijin usaha industry, ijin penampungan sementara limbah dan ijin penampungan limbah cair. Menurutnya tidak diurusnya ijin yang dimaksudnya, berarti ada pengabaian Peraturan Daerah (Perda)Nomor 16 Tahun 2011 tentang IMB.

Baca Juga :  Rabu Legi 14/8 Warga Desa Ngampel Bedol Desa Unjuk Rasa Bupati Anna

Dengan demikian PT CI, telah mengabaikan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32Tahun 2017.

”Jelas mengabaikan apabila tidak diurus, Sanksinya ya pasti ada, dikarenakan semuanya telah diatur dalam Perda maupun Perbup tentang sanksinya. Untuk SKPD yang memiliki tugas dan fungi,  menegakkan Perda dan Perbup,  wewenangnya ada di Satpol PP,” tegasnya.

Manager MCL ExxonMobil Rexy Mawardijaya saat dikonfirmasi mengatakan dirinya akan segera mengecek informasi belum berijinnya kontraktor limbah yang digandeng perusahannya.”Saya ceknya dulu dan segera saya beri penjelasan tentang ini,” katanya singkat.

Didesak mengenai jumlah volume limbah maupun bahan kimia setiap harinya yang terdapat di kontraktor, dia meminta butuh waktu untuk menjawab.

(red)

Berita Terkait

Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik
Duit BOP TPQ Diduga Mengalir Ke Kantor Kemenag Untuk Ganti Cetak Piagam
Duit BOP TPQ Lari Kemana ? Ini Pengakuan Ketua FKTPQ

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03