oleh

Beoperasi Tanpa Ijin, Satpol PP Akan Tindak Tegas PT Clarian Indonesia

BOJONEGORO. Netpitu.com – Satpol PP Pemkab Bojonegoro, akan menertibkan adanya usaha penyimpanan bahan kimia yang dimiliki PT Clarian Indonesia selaku mitra kerja MCL ExxonMobil. Diketahui penyimpanan itu berlokasi di pinggiran jalan Bojonegoro – Cepu, tepatnya di Desa Cengungklung Kecamatan Gayam Bojonegoro.

Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro Gunawan, mengatakan telah memperoleh informasi tentang tak berijinnya tempat penyimpanan barang berbahaya tersebut Bahkan lokasi penyimpanannya menggunakan lokasi di tanah persawahan dan dekat pemukiman warga.

“Kita akan cek dan tertibkan berdasarkan laporan karena ini sangat mengganggu kenyamanan warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi penyimpanan,” tegasnya.

Dia mengaku akan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Bojonegoro, diketahuinya DPMPTSP menyebutkan MCL ExxonMobil maupun pihak kontraktor tidak mengantongi ijin.

Seharusnya usaha tersebut mengurus ijin dan apabila tidak sangat merugikan Bojonegoro, diketahui informasinya bidang bahan kimia itu tidak memiliki sejumlah ijin.

Diantaranya ijin mendirikan bangunan (IMB), ijin lingkungan, ijin usaha industri, ijin penampungan sementara limbah dan ijin penampungan limbah cair. Tidak diurusnya ijin yang dimaksudnya, berarti ada pengabaian Peraturan Daerah (Perda)Nomor 16 Tahun 2011 tentang IMB. Termasuk mengabaikan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32 Tahun 2017.

Sebelumnya diberitakan, Mobil Cepu Limeted (MCL) ExxonMobil, selaku pihak berkepentingan untuk produksi minyak mentah dari Lapangan Blok Cepu Bojonegoro, belum lama ini menggandeng PT Clarian Indonesia selaku kontraktor yang berusaha di bidang bahan kimia, yang penyimpanan bahan berbahaya itu berdiri di Desa Cengungklung Kecamatan Gayam Bojonegoro.

Ternyata dari keterangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Bojonegoro, Kamis (20/09/2018) menyebutkan MCL ExxonMobil maupun pihak kontraktor tidak mengantongi ijin.”Seharusnya mereka mengurus ijinnya dan ini sangat merugikan Bojonegoro,” kata Plt DPMPTSP Pemkab Bojonegoro Mudji.

Dijelaskannya, seharusnya usaha di bidang bahan kimia memiliki sejumlah ijin. Diantaranya ijin mendirikan bangunan (IMB), ijin lingkungan, ijin usaha industry, ijin penampungan sementara limbah dan ijin penampungan limbah cair. Menurutnya tidak diurusnya ijin yang dimaksudnya, berarti ada pengabaian Peraturan Daerah (Perda)Nomor 16 Tahun 2011 tentang IMB.

Dengan demikian PT CI, telah mengabaikan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32Tahun 2017.

”Jelas mengabaikan apabila tidak diurus, Sanksinya ya pasti ada, dikarenakan semuanya telah diatur dalam Perda maupun Perbup tentang sanksinya. Untuk SKPD yang memiliki tugas dan fungi,  menegakkan Perda dan Perbup,  wewenangnya ada di Satpol PP,” tegasnya.

Manager MCL ExxonMobil Rexy Mawardijaya saat dikonfirmasi mengatakan dirinya akan segera mengecek informasi belum berijinnya kontraktor limbah yang digandeng perusahannya.”Saya ceknya dulu dan segera saya beri penjelasan tentang ini,” katanya singkat.

Didesak mengenai jumlah volume limbah maupun bahan kimia setiap harinya yang terdapat di kontraktor, dia meminta butuh waktu untuk menjawab.

(red)